Sentani, Teraspapua.com – Tokoh masyarakat Papua, Pnt. Benhur Tomi Mano, menghadiri pembukaan Rapat Kerja (Raker) Klasis GKI Sentani ke-III yang berlangsung pada Jumat (5/12/2025).
Dalam sambutannya, Benhur Tomi Mano mengatakan bahwa kehadiran seluruh peserta bukan hanya sekadar menghadiri pembukaan kegiatan, tetapi menjadi wujud kesetiaan untuk melayani, membangun gereja, serta menghadirkan kerajaan Allah di tanah Sentani.
“Jika kita ada di sini, itu bukan karena kuat dan hebat kita, tetapi karena kasih karunia Allah yang memampukan,” ujarnya.
Raker Klasis GKI Sentani ke-III menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program dan keuangan tahun pelayanan 2025, serta merancang program dan anggaran pelayanan tahun 2026. Menurutnya, evaluasi tidak dilakukan untuk mencari kesalahan, melainkan melihat ruang pertumbuhan. Sedangkan perencanaan merupakan upaya menyusun arah panggilan gereja agar dapat menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat.
“Pelayanan yang berbuah membutuhkan hati yang tulus, tata kelola yang akuntabel, kemampuan membaca zaman, serta kesediaan bekerja sama. Saya percaya forum Raker ini adalah ruang terbaik untuk merawat semua itu,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga jemaat GKI Klasis Sentani atas doa, dukungan, dan kepercayaan terhadap dirinya, baik dalam perjalanan politik sebagai calon anggota DPR RI maupun calon Gubernur Papua. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi pengingat untuk tetap melayani sebagai anak Tuhan dari tanah Sentani dengan menjunjung kejujuran, kasih, dan kerendahan hati.
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada para Odofolo dan Dewan Adat Sentani atas dukungan budaya, doa, dan kepercayaan yang diberikan. “Dukungan ini menjadi kekuatan bagi saya untuk berjalan dengan rendah hati, menjaga nilai adat, dan menghormati tanah ini sebagai tanah berkat,” katanya.
Pada momen tersebut, ia juga mengumumkan bahwa Majelis Klasis Sentani telah mempercayakan dirinya sebagai Ketua Panitia Pembangunan Klasis Sentani. Tugas ini, menurutnya, bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah gerejawi untuk membangun rumah iman bagi generasi saat ini dan mendatang.
“Karena itu, saya memohon dukungan doa, pikiran, dan kebersamaan dari seluruh jemaat agar pekerjaan ini berjalan transparan, tertib, dan selesai dengan baik demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa gereja harus hadir bukan hanya di dalam gedung, tetapi juga dalam kehidupan manusia dan lingkungan alam. Menurutnya, GKI Klasis Sentani harus menjadi gereja yang melayani manusia sekaligus menjaga alam ciptaan Tuhan. “Ketika Cycloop tetap hijau dan Danau Sentani tetap jernih, maka cucu-cucu kita kelak akan melihat kesetiaan gereja pada tugasnya,” imbuhnya.
Benhur mengajak gereja, pemerintah, lembaga adat, pemuda, serta orang tua untuk berjalan bersama menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti stunting, gizi buruk, anak jalanan, narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan keluarga, hingga putus sekolah.
Ia mengutip data Pemerintah Kabupaten Jayapura tahun 2024 yang mencatat lebih dari seribu balita mengalami stunting, dengan prevalensi sekitar 13,3 persen. “Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi wajah-wajah anak, keluarga, dan masa depan kita. Gereja tidak dapat diam ketika anak-anak tumbuh dalam kekurangan gizi, rawan penyakit, atau kehilangan kesempatan pendidikan,” tegasnya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam memberikan pendampingan, pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, serta harapan bagi mereka yang membutuhkan.
“Ketika kita menolong satu anak untuk bertumbuh sehat, kita sedang menyelamatkan satu masa depan. Ketika kita mendampingi satu keluarga keluar dari masalah, kita sedang menghentikan rantai penderitaan. Inilah pelayanan gereja yang menyentuh bumi, tetapi memuliakan surga,” ujarnya.
Memasuki minggu-minggu Advent, ia mengajak seluruh jemaat menjadikan masa ini sebagai waktu memperbaiki hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam ciptaan-Nya.
“Selamat memasuki masa Advent, selamat merayakan Natal, dan selamat menyambut Tahun Baru. Kiranya Natal membawa damai bagi rumah tangga kita, pelayanan kita, dan tanah Sentani. Dan kiranya tahun baru menjadi tahun rahmat, pengharapan baru, dan kesetiaan baru untuk bekerja di ladang Tuhan,” tuturnya.
Mengakhiri sambutan, Benhur menyampaikan apresiasi kepada panitia, jemaat dari berbagai wilayah, serta para pelayan gereja yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan Raker Klasis ke-III.
“Semoga setiap keputusan Raker hari ini lahir dari doa, kesatuan hati, hikmat Roh Kudus, dan hasrat untuk memuliakan Kristus,” pungkasnya.
(Veb/Sand)









