banner 325x300

Baitul Arqam Papua, Benhur Tomi Mano Dorong Kader Pemuda Muhammadiyah Berjiwa Negarawan

Foto bersama usai acara pembukaan (foto Harley/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Tokoh Papua yang juga senior Muhammadiyah, Benhur Tomi Mano, MM, menghadiri kegiatan Baitul Arqam Dasar (BAD) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Papua di Front One Hotel, Ruko Dok II, Jayapura, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan kaderisasi tersebut mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Kader Islam Berkemajuan, Memperkokoh Pilar Pemuda Negarawan yang Totalitas untuk Indonesia Raya”, dan diikuti oleh kader-kader muda Pemuda Muhammadiyah dari berbagai daerah di Papua.

Dalam pembekalannya, Benhur Tomi Mano menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai penjaga nilai, kepemimpinan, dan persaudaraan di tengah perubahan zaman yang bergerak sangat cepat. Menurutnya, generasi muda saat ini hidup dalam arus informasi yang melimpah, namun sering kali diiringi kaburnya nilai-nilai kebenaran.

“Kita hidup di zaman ketika semua informasi bisa diakses melalui telepon genggam. Namun di tengah kelimpahan informasi itu, nilai sering menjadi kabur. Yang viral kerap lebih dipercaya daripada yang benar, dan yang ramai lebih didengar daripada yang bijaksana,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa aktivisme pemuda saat ini tumbuh pesat. Banyak anak muda berani menyampaikan pendapat dan kritik. Namun demikian, Benhur menilai hal tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan keteladanan dan kesiapan untuk memikul tanggung jawab.

“Banyak yang pandai mengkritik, tetapi tidak semuanya siap bertanggung jawab. Dari sinilah saya mengajak adik-adik untuk berpikir lebih dalam tentang makna kepemimpinan dan peran pemuda,” tegasnya.

Benhur Tomi Mano juga mengajak peserta melihat Papua tidak hanya dari kondisi kekinian, tetapi dalam perjalanan panjang sejarah bangsa. Ia menekankan bahwa persoalan Papua tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik seperti jalan, gedung, atau infrastruktur.

“Persoalan Papua adalah soal kepemimpinan yang berakar pada nilai, kepemimpinan yang memiliki hati, dan kepemimpinan yang mau mendengar. Di sinilah peran pemuda menjadi sangat penting,” katanya.

Menurutnya, Papua saat ini berada di persimpangan sejarah yang akan menentukan arah masa depan. Karena itu, dibutuhkan generasi muda yang mampu melihat persoalan secara utuh, berakar pada nilai moral, serta memiliki keberanian untuk merawat persatuan dan keadilan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Benhur Tomi Mano juga menyampaikan pandangannya mengenai Islam Berkemajuan sebagai nilai universal. Ia mengungkapkan bahwa meskipun dirinya beragama Nasrani, ia pernah hidup, belajar, dan dibentuk oleh lingkungan Muhammadiyah.

“Saya pernah bersekolah di SPM Muhammadiyah Abepura dan bahkan dipercaya menjadi ketua kelas. Dari situ saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan semangat untuk maju,” kenangnya.

Karena pengalaman itu, ia memandang Islam Berkemajuan bukan semata konsep keagamaan, melainkan nilai-nilai kehidupan universal, seperti keberanian untuk berubah, tanggung jawab, dan tidak menyalahkan keadaan.

“Ada pesan dalam Al-Qur’an yang maknanya kurang lebih menyatakan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Bagi saya, ini adalah ajakan universal untuk berani berubah dari dalam diri,” ujarnya.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat dibutuhkan Papua dalam membangun masa depan yang lebih adil dan bermartabat.

Lebih lanjut, Benhur Tomi Mano mengajak peserta memahami makna Pemuda Negarawan. Ia menegaskan bahwa pemuda negarawan bukan sekadar aktivis ataupun politisi.

“Aktivis itu bergerak, itu baik. Politisi itu berkuasa, itu juga penting. Tetapi negarawan adalah orang yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Pemuda negarawan, lanjut Benhur, adalah pemuda yang berani berkata benar meskipun tidak populer, tidak menjual idealisme demi jabatan dan kenyamanan sesaat, serta mampu memimpin dengan kedewasaan dan kelapangan hati.

“Kepemimpinan sejati tidak lahir dari kemarahan, tetapi dari kedewasaan berpikir. Dan kedewasaan itu dibentuk melalui proses, seperti yang sedang adik-adik jalani dalam Baitul Arqam ini,” jelasnya.

Pada bagian akhir pembekalannya, Benhur Tomi Mano menegaskan peran strategis Pemuda Muhammadiyah di tengah masyarakat Papua. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah dibentuk bukan hanya dengan semangat, tetapi juga dengan ideologi, ilmu, dan etika.

“Pemuda Muhammadiyah harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di forum diskusi, tetapi juga di ruang-ruang pengabdian,” katanya.

Ia menekankan pentingnya membela kaum lemah, menjadi penyejuk di tengah konflik, serta berperan sebagai jembatan persaudaraan, bukan tembok pemisah.

“Papua tidak membutuhkan pemuda yang pandai memecah-belah. Papua membutuhkan pemuda yang mampu merawat persaudaraan di tengah perbedaan,” tegasnya.

Menutup pembekalannya, Benhur mengingatkan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan titik awal perjalanan panjang kader Pemuda Muhammadiyah.

“Jangan lelah menjaga integritas, jangan meninggalkan rakyat kecil, dan jangan pernah takut menjadi orang baik, meskipun jalan itu sering tidak mudah,” pesannya.

Ia optimistis, melalui ruang-ruang kaderisasi seperti inilah Papua akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter, berani, dan berjiwa negarawan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Papua, Kyai Haji Subhan Hafid, menyebut Benhur Tomi Mano sebagai “Cahaya dari Timur” yang mampu memberikan inspirasi dan semangat bagi generasi muda Muhammadiyah di Papua.

“Saya sering mengikuti beliau melalui media sosial dan media elektronik, meskipun hari ini baru bertemu langsung. BTM menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan menjadikan Kota Jayapura serta Papua sebagai percontohan bagi bangsa. Menurutnya, Baitul Arqam merupakan rumusan penting dalam pembinaan ideologi Muhammadiyah, meskipun pendalaman ideologi harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi dari bagaimana kita menjalani hidup sesuai dengan kehendak Tuhan,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Kyai Subhan berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan keikhlasan, belajar sepanjang hayat, serta menghadirkan Islam yang memberi solusi dan memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Motor gerakan kita adalah menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi semesta, bukan hanya untuk Muhammadiyah, tetapi untuk Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPR Papua, Supriyadi Laling, mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk terus mendoakan Benhur Tomi Mano yang pernah mengenyam pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas pondasi kuat Muhammadiyah dan kader-kader mudanya.

“Saya merasakan aura dan energi positif dari kader-kader yang hadir. Insya Allah mereka akan menjadi pribadi tangguh dan sukses di bidang sosial, ekonomi, dan politik,” katanya.

Supriyadi juga berbagi kisah hidupnya saat pertama kali datang dari Selayar ke Jayapura, tinggal selama enam bulan di masjid, hingga akhirnya dipercaya menjadi  Wakil Ketua DPR, dan pengusaha muda Papua. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa Pemuda Muhammadiyah harus mampu menjadi agen perubahan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Papua, Sigit Hermawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi cahaya ilmu dan sumber pengajaran berharga bagi kader Pemuda Muhammadiyah. Ia mengaku bangga dan bersyukur karena dalam beberapa periode terakhir, komunikasi dan konsolidasi organisasi berjalan semakin baik.

Menurutnya, momentum ini menegaskan bahwa proses pengkaderan tidak bisa dilakukan hanya di ruang kelas, tetapi harus dibangun melalui pengalaman nyata, aktivitas lapangan, dan proses berjenjang sebagai pondasi menuju kepemimpinan.

“Kegiatan ini menjadi catatan sejarah karena dalam beberapa periode sebelumnya belum pernah terlaksana,” ujarnya.

(Har)