Jayapura, Teraspapua.com – Tokoh pemuda Mamberamo Raya, Simon Tawane, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya serta masyarakat Mamberamo Hulu yang dinilai konsisten mendukung aspirasi pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Mamberamo Hulu.
Menurut Simon, dukungan tersebut menjadi semangat baru bagi para pemuda yang sejak lama menginginkan wilayah Mamberamo Hulu dimekarkan menjadi kabupaten tersendiri.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan saudara-saudara di Mamberamo Hulu yang telah mendukung aspirasi ini. Pemekaran Kabupaten Mamberamo Hulu adalah harapan besar masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya di Jayapura, Selasa (3/3/2026).
Ia menilai, secara geografis wilayah Mamberamo Hulu sangat luas dan memiliki potensi sumber daya alam, kekayaan adat, serta hak ulayat yang kuat. Karena itu, menurutnya,
sudah saatnya wilayah tersebut berdiri sebagai kabupaten definitif agar pembangunan dapat berjalan lebih maksimal dan merata.
“Di Mamberamo Hulu ada masyarakat adat, ada pemilik hak ulayat, ada sumber daya alam dan hasil bumi yang bisa dikelola untuk kesejahteraan bersama. Kami ingin hidup
mandiri dan membangun daerah kami sendiri,” katanya.
Namun demikian, Simon juga menyoroti adanya klaim wilayah oleh daerah lain yang dinilai berpotensi memicu persoalan baru di tengah proses pemekaran. Ia berharap tidak
ada upaya mencaplok atau menarik wilayah Mamberamo Hulu ke dalam administrasi kabupaten lain.
“Kami berharap saudara-saudara dari daerah lain tidak membawa atau mengklaim wilayah kami untuk dimasukkan ke daerah mereka. Kami tidak setuju dengan cara-cara seperti
itu,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan pemekaran seharusnya dilakukan secara proporsional dan fokus pada wilayah masing-masing, tanpa melibatkan atau mengorbankan wilayah
yang secara adat dan historis telah menjadi milik masyarakat lain.
“Kalau memperjuangkan pemekaran, perjuangkanlah daerah sendiri. Jangan bicara kabupaten baru, tetapi membawa tanah yang ada pemiliknya. Itu tidak boleh,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Simon juga meminta perhatian serius dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi di Papua agar setiap aspirasi pemekaran benar-benar diverifikasi secara langsung di lapangan, terutama menyangkut batas wilayah antar kabupaten.
Ia menilai, selama ini masih terjadi tumpang tindih wilayah antara kabupaten lama dan calon kabupaten baru akibat minimnya verifikasi faktual di lapangan.
“Tim dari pusat harus turun langsung memastikan batas wilayah antara kabupaten satu dengan yang lain. Jangan hanya menerima laporan di atas kertas. Kalau hanya
menerima laporan, yang terjadi adalah tumpang tindih wilayah dan masyarakat yang menjadi korban,” katanya.
Menurutnya, konflik batas wilayah tidak hanya berdampak pada administrasi pemerintahan, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial di tengah masyarakat adat.
Simon mengajak seluruh pemuda Mamberamo Hulu untuk tetap solid dan mendukung proses pemekaran secara tertib dan damai.
“Saya berharap pemuda-pemuda di Mamberamo Hulu tetap mendukung proses ini dengan baik. Kita kawal bersama agar semua tahapan pemekaran bisa berjalan sesuai mekanisme dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
(Har)















