Jayapura, Teraspapua.com – Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, S.E., menyambangi warga asal Kabupaten Yahukimo yang bermukim di kawasan perbukitan belakang Kolam Buaya Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
Kunjungan ke lingkungan RT 02/RW 02, tepatnya di sekitar Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Nare, menjadi salah satu titik yang menantang dalam rangkaian reses politisi Partai NasDem tersebut.
Untuk mencapai lokasi permukiman, Max harus berjalan kaki melewati tanjakan terjal dengan kondisi jalan setapak yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Jalan tersebut menjadi akses utama warga untuk keluar-masuk kawasan tempat mereka bermukim.
Perjalanan menuju lokasi itu bukan sekadar tantangan fisik. Bagi Max, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat sekaligus mendengarkan persoalan yang mereka hadapi selama bertahun-tahun.

Ia ingin memastikan warga asal Kabupaten Yahukimo yang telah menetap di Kota Jayapura juga dapat merasakan manfaat program pemerintah daerah, sebagaimana warga lainnya.
Pantauan Teraspapua.com di lokasi, Max Karubaba beberapa kali harus memperlambat langkah saat melewati tanjakan. Ia berhenti sejenak untuk mengatur napas sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju permukiman warga.
Di sisi kanan jalan terlihat lereng bukit tanpa tembok penahan, sementara di sisi kiri berdiri rumah-rumah warga yang terbuat dari papan. Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam membangun kehidupan di kawasan perbukitan dengan akses jalan yang masih terbatas.
Meski harus melewati medan yang cukup berat, Max tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di pelataran gereja. Ia menganggap perjalanan itu sebagai bagian dari upaya mendatangi masyarakat secara langsung, sekaligus melihat kondisi lingkungan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka.
Warga yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang tua menyambut kedatangan Max dengan penuh antusias. Sejumlah warga menyanyikan lagu daerah sebagai ungkapan sukacita atas kunjungan tersebut.
Tiga gadis remaja juga telah bersiap menyambut kedatangannya. Sebuah noken kemudian dikalungkan kepada Max sebagai simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat kepada tamu yang datang ke lingkungan mereka.

Warga di kawasan tersebut diketahui telah menetap sejak 1993. Selama puluhan tahun, mereka membangun kehidupan di Kota Jayapura, termasuk mengembangkan lingkungan permukiman dan tempat ibadah secara swadaya.
Setelah penyambutan, kegiatan reses dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat. Sejumlah perwakilan warga, mulai dari unsur pengurus jemaat, pemuda, tokoh perempuan, yayasan hingga tokoh masyarakat, menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.
Berbagai masukan itu kemudian dihimpun dalam sebuah proposal. Dokumen tersebut dimasukkan ke dalam noken dan diserahkan kepada Max Karubaba sebelum ia meninggalkan lokasi.
Aspirasi yang disampaikan warga mencakup sejumlah kebutuhan mendasar, antara lain perbaikan akses jalan menuju permukiman, penyediaan air bersih, pembangunan gereja, kejelasan status tanah, serta bantuan perbaikan rumah.
Warga juga menyampaikan kebutuhan tempat singgah bagi mahasiswa yang terlibat dalam pelayanan gereja. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang kegiatan pelayanan, terutama bagi mahasiswa yang datang dan membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalankan tugas pelayanan di lingkungan jemaat.

Berbagai persoalan itu menjadi catatan penting dalam kunjungan reses tersebut. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan pemerintah dan pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing.
Penyerahan proposal dalam noken sekaligus menjadi simbol harapan masyarakat agar persoalan yang mereka hadapi mendapat perhatian dan masuk dalam pembahasan lebih lanjut.
Dalam kesempatan itu, Max mengungkapkan kedekatannya dengan masyarakat Yahukimo telah terjalin jauh sebelum dirinya menjadi anggota DPR Kota Jayapura.
Ia mengatakan pernah mendampingi Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sebagai sekretaris pribadi sejak 2020. Dalam periode tersebut, ia juga bekerja bersama Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram.

Pengalaman tersebut, menurut Max, membuat masyarakat Yahukimo memiliki tempat tersendiri dalam kehidupannya. Ia menganggap hubungan yang terbangun selama ini bukan sekadar hubungan pekerjaan, melainkan telah menjadi ikatan kekeluargaan.
“Bagi saya, masyarakat Yahukimo itu sudah menjadi keluarga. Saya hari ini menjadi anggota DPR Kota Jayapura juga karena dukungan Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo,” kata Max.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Yahukimo yang telah menerima dan membangun kehidupan di Kota Jayapura. Menurutnya, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat perlu terus dijaga agar berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluarnya.
Max juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang mengalami kendala ketika berurusan dengan pemerintahan. Ia berharap warga tidak ragu menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehingga dapat dibahas dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Melalui reses tersebut, ia dapat mendengar langsung kebutuhan warga sekaligus melihat kondisi lingkungan tempat mereka tinggal. Pertemuan itu juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terorganisasi melalui perwakilan dan proposal yang telah disiapkan.
Sebagai bentuk apresiasi atas sambutan warga GKI Imanuel Nare, Max Karubaba turut menyerahkan bantuan sembako, makanan ringan atau snack. Ia juga menyediakan makan siang bagi masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi, terutama terkait kebutuhan dasar dan fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat yang telah menetap di kawasan tersebut sejak 1993, akses jalan, ketersediaan air bersih, kondisi rumah, serta kepastian status tanah menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian.
Sementara itu, pembangunan gereja dan kebutuhan tempat singgah bagi mahasiswa yang terlibat dalam pelayanan juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan kepada wakil rakyat tersebut.
Melalui agenda reses, berbagai masukan itu dihimpun untuk menjadi bahan pembahasan dan koordinasi lebih lanjut. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah dan lembaga terkait.
Bagi Max, mendatangi warga secara langsung merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi sekaligus memahami kondisi masyarakat di daerah pemilihannya. Kunjungan ke GKI Imanuel Nare memperlihatkan bahwa di balik tanjakan yang harus dilalui, terdapat warga yang berharap memperoleh akses pelayanan dan pembangunan yang lebih baik di Kota Jayapura.
(Har)









