Teba, Teraspapua.com – Setelah menempuh perjalanan laut selama 16 jam dari Kota Jayapura menggunakan KM Cantika 77, Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), tiba di Dermaga Kampung Teba, Distrik Mambermo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya, Kamis (19/6/2025) pada waktu subuh.
BTM yang turut didampingi sang istri, ibu Kristina Luluporo Mano, dan Direktur Kampanye, Raf Refassy, memanfaatkan momen kedatangan mereka untuk menyapa warga dan berbelanja hasil jualan mama-mama Papua di sekitar dermaga.
Setibanya di Teba, mereka disambut hangat oleh warga dan pedagang yang sejak subuh telah menanti kedatangan rombongan. BTM dan istri langsung menyusuri area dermaga sambil memborong berbagai hasil dagangan, seperti bia (kerang), umbi-umbian, kue tradisional, hingga papeda.
“Terima kasih, Pak BTM. Ini berkat luar biasa bagi kami di pagi hari ini, khususnya bagi para pedagang kecil,” ungkap Mama Somalena, seorang penjual kerang yang terlihat bahagia.
Tak hanya berbelanja, BTM juga mengadakan dialog spontan dengan warga setempat untuk menyerap langsung aspirasi mereka.
Salah satu warga Kampung Teba, Fernando Inggimamba, mengungkapkan berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi masyarakat, di antaranya kesulitan air bersih, belum tersedianya listrik, lemahnya sinyal telekomunikasi, keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), serta sulitnya memasarkan hasil laut seperti ikan dan kerang.
Daniela Umalan, Majelis Jemaat Gereja GKI setempat, juga menyampaikan harapannya agar dibangun Sekolah Menengah Atas (SMA) di kampung tersebut, demi kelanjutan pendidikan anak-anak di wilayah itu.
Sementara itu, seorang guru honorer bernama Rosa Naomi Konyanan, yang telah mengabdi lebih dari 15 tahun di SD Inpres Warembori, menyampaikan keluhannya karena belum juga diangkat sebagai pegawai tetap.
“Saya sudah lebih dari 15 tahun menjadi honorer. Belum juga diangkat, Bapak,” keluh Rosa kepada BTM.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Benhur Tomi Mano menyatakan bahwa seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat memiliki solusi konkret dan masuk dalam program kerjanya bersama pasangannya, Calon Wakil Gubernur Constant Karma (BTM-CK).
“Air bersih misalnya, di Kalimantan juga airnya kotor, tapi mereka bisa olah jadi jernih. Telekomunikasi akan kita tambah BTS-nya. Untuk hasil laut seperti ikan dan kerang, pemerintah bisa menampung dan menyalurkan ke mal atau swalayan. Pemimpin itu wajib bisa cari solusi untuk rakyatnya,” tegas BTM.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengarahkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) murni bagi kesejahteraan rakyat.
“Dana Otsus itu harus digunakan tepat sasaran, untuk rakyat, bukan untuk kepentingan birokrasi,” tandasnya.
Momen haru turut mewarnai kunjungan tersebut ketika Mama Barbalina Samber, seorang mama Papua paruh baya yang mengenakan busana adat, secara simbolis memberikan noken kepada BTM sebagai tanda restu dan dukungan.
“Sebagai anak negeri wilayah Adat Tabi, saya serahkan noken ini untuk Pak BTM. Ini doa dan dukungan kami agar beliau terpilih menjadi Gubernur Papua,” ucap Mama Barbalina dengan penuh haru.
Kunjungan ini menjadi salah satu rangkaian kampanye Benhur Tomi Mano dan pasangannya dalam Pilkada Papua 2025, dengan pendekatan langsung ke masyarakat untuk memahami persoalan nyata yang dihadapi rakyat Papua, terutama di wilayah-wilayah pesisir dan pedalaman.
(red)














