Hadiri Pelantikan Ketua STT Baptis Papua, BTM Tegaskan Peran Pendidikan dalam Membangun Tanah Papua

Foto bersama Benhur Tomi Mano, Ketua STT Baptis dan istri , Ketua Yayasan, Ketua Sinode dan hamba Tuhan (Foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Tokoh Papua sekaligus mantan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), menghadiri pelantikan Ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) Baptis Papua, Pdt. Umas Tabuni, yang berlangsung khidmat di Aula STT Baptis Papua, Jayapura, Jumat (27/06/2025).

Acara pelantikan ini dipimpin oleh Ketua Yayasan Pendidikan Kristen Baptis Papua, Menien Weyah, serta dihadiri oleh jajaran dosen, mahasiswa, dan tamu undangan dari berbagai denominasi gereja dan lembaga pendidikan.Pemerintah kabupaten Lanny Jaya dalam hal ini sekertaris dareah.

Dalam sambutannya, BTM menyampaikan penghargaan yang tinggi atas peran STT Baptis sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak pengkhotbah, tetapi juga pemimpin yang membawa nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan iman kristiani yang relevan dengan konteks Papua.

BTM yang juga dikenal sebagai tokoh Tabi itu menyatakan, kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada dunia pendidikan dan pelayanan di tanah kelahirannya.

“Saya adalah anak asli Port Numbay yang telah lama berupaya memberi makna bagi tanah ini melalui pelayanan dan kepemimpinan,” ucap BTM membuka sambutannya.

Ia menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan Papua. “Tak ada tanah yang maju tanpa pendidikan. Pendidikan bukan sekadar jalan menuju pekerjaan, tetapi jalan menuju peradaban,” tegasnya.

BTM menyoroti bahwa pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung tidak akan berarti tanpa pembangunan manusia yang seutuhnya. Menurutnya, masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi oleh sejauh mana pemimpin tersebut memahami pentingnya ilmu pengetahuan, menghargai proses belajar, dan mendukung lembaga-lembaga pendidikan.

“Papua tidak cukup dibangun dengan kekuasaan. Ia harus dibangun dengan pengetahuan dan kearifan,” imbuhnya.

BTM juga memberikan catatan penting mengenai peran strategis STT Baptis Papua sebagai pusat pembentukan etika dan iman Kristiani di Papua. Ia berharap ke depan STT Baptis mampu terus mengintegrasikan iman dan ilmu sebagai satu kesatuan yang membentuk para pelayan Kristus yang tangguh dan kontekstual.

“STT Baptis harus menjadi penjaga nilai-nilai kebenaran, kasih, dan keadilan yang sesuai dengan realitas sosial di Papua. Lembaga ini harus berdiri kokoh secara institusional, memiliki pendanaan yang stabil, tenaga pengajar yang berkualitas, serta kurikulum yang kontekstual tanpa kehilangan akar spiritualnya,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar lulusan STT Baptis tidak hanya menjadi pelayan gereja, tetapi juga pelayan publik yang mampu menyuarakan suara gereja di tengah masyarakat. Menurutnya, inovasi dan kolaborasi lintas denominasi serta kerja sama dengan lembaga pendidikan lain sangat penting dalam menjawab tantangan zaman.

Ditambahkan, STT Baptis harus menjadi pelopor pembaruan yang menggali identitas Papua dan membela keutuhan ciptaan Tuhan,” tambah BTM.

Dalam momen kebaktian pelantikan, Pdt. James Wambrau menyampaikan firman Tuhan yang diangkat dari Amsal 23:18 dengan tema “Harapan Masa Depan STT Baptis Papua”. Ia
menekankan pentingnya takut akan Tuhan sebagai dasar bagi semua pemimpin dan sivitas akademika STT Baptis dalam menghadapi masa depan lembaga.

“Kami baru saja melewati badai dan topan di kampus ini. Kalau pemimpin tidak kuat, pasti tidak bisa. Tapi karena takut akan Tuhan, saya percaya ada pengharapan dalam doa para staf dan dosen. Tuhan yang memiliki lembaga ini,” ujar Pdt. James.

Ia menambahkan, harapan masa depan terletak pada komitmen bersama dari ketua hingga mahasiswa untuk selalu mengandalkan Tuhan.

Ketua Yayasan Pendidikan Kristen Baptis Papua, Menien Weyah, dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan baru di STT Baptis dan menyerukan kolaborasi aktif seluruh elemen lembaga untuk memperkuat peran STT dalam pendidikan teologi di Papua

Sementara itu, Ketua STT Baptis Papua yang baru dilantik, Pdt. Umas Tabuni, menyampaikan rasa hormat kepada Benhur Tomi Mano atas kehadirannya dan menyebutnya sebagai tokoh pemilik tanah yang memberikan teladan pelayanan dan komitmen terhadap pendidikan.

“Hanya Tuhan yang memberkati bapak. Hari ini kita komitmen untuk melayani Kristus dan gereja melalui dunia pendidikan teologi di Papua,” ucap Umas dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa tugas STT Baptis bukan sekadar mencetak sarjana teologi, tetapi memperlengkapi pelayan Kristus yang siap menghadapi realitas sosial dan tantangan di Papua.

Dalam pesan penutup, mantan Ketua STT Baptis Papua, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa STT Baptis telah dikenal tidak hanya di Papua, tetapi juga di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Ia menyebut banyak alumni yang kini melayani sebagai penginjil dan pelayan gereja di berbagai tempat.

Ia berpesan kepada pimpinan baru agar lebih giat bekerja, baik dalam hal penguatan sumber daya manusia maupun finansial, demi membawa STT Baptis menjadi lembaga teologi unggul dan relevan dengan tantangan zaman.

Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbol kepemimpinan dari ketua sebelumnya kepada Pdt. Umas Tabuni, sebagai tanda dimulainya babak baru dalam
pelayanan pendidikan teologi di tanah Papua.

(Har/Rck)