Warga Pesisir Danau Sentani Sambut Meriah Kedatangan BTM–CK dengan Konvoi Speed Boat

Sentani, Teraspapua.com – Suasana penuh kehangatan dan semangat terasa di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, saat masyarakat pesisir menyambut kehadiran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), Kamis (10/7/2025).

Ratusan warga dari kampung-kampung di sekitar danau, termasuk Kampung Yoboi, menyambut kedatangan pasangan ini dengan konvoi meriah menggunakan puluhan speed boat yang melintasi danau legendaris tersebut.

Prosesi penyambutan dimulai dari Dermaga Yahim, di mana BTM dan CK tiba bersama istri masing-masing, Ibu Kristina Luluporo dan Ibu Regina Rumbiak Karma.

Kehadiran mereka langsung disambut dengan pukulan tifa, nyanyian adat, dan tari-tarian khas Sentani. Momen ini menjadi simbol keakraban pemimpin dan rakyat, serta bentuk penghormatan adat terhadap tamu yang dihormati.

Konvoi speed boat mengalir indah di atas permukaan Danau Sentani yang tenang. BTM dan CK menaiki speed boat yang telah dirakit menjadi satu, sebagai simbol persatuan dan kolaborasi mereka dalam memimpin Papua ke arah yang lebih baik.

Di sepanjang perjalanan menuju Kampung Yoboi, BTM dan CK tampak ikut memukul tifa, sementara para penari adat menyanyikan lagu-lagu daerah penuh semangat. Suasana tersebut menciptakan harmoni antara alam, budaya, dan harapan masyarakat.

“Danau Sentani yang teduh menyambut anak-anak asli Tabi dan Saireri, yang kini siap menjadi pemimpin di tanah kelahirannya sendiri.

Pemandangan alam yang menakjubkan menambah kekhidmatan acara. Bukit-bukit kecil yang mengapit danau serta keindahan pegunungan Cycloop yang menjulang tinggi di kejauhan menjadi saksi bisu atas perjalanan politik BTM–CK yang saat ini tengah diperjuangkan oleh masyarakat Papua.

Meski cuaca mendung, semangat masyarakat tidak redup. Ratusan orang mengenakan atribut berwarna merah dengan gambar PDI Perjuangan, partai pengusung utama BTM–CK. Mereka berdiri di dermaga dan sepanjang pesisir menyambut para calon pemimpin dengan sorakan, teriakan dukungan, dan tarian adat.

Setibanya di Kampung Yoboi, BTM dan CK langsung menggelar pertemuan tatap muka dengan masyarakat. Dalam suasana kekeluargaan, mereka mendengarkan aspirasi warga sekaligus memaparkan visi dan misi untuk membangun Papua yang lebih maju, mandiri, dan berbudaya.

BTM – CK datang tidak hanya sebagai calon pemimpin, tapi sebagai anak-anak negeri ini yang lahir dan besar di tanah Papua, dan mereka tahu apa yang harus diperjuangkan untuk rakyat Papua,.

Kehadiran keduanya menekankan pentingnya kepemimpinan yang lahir dari akar budaya dan memiliki komitmen kuat terhadap kesejahteraan rakyat.

BTM-CK akan bekerja untuk semua, tanpa membeda-bedakan. Kehadiran ini adalah bukti bahwa keduanya ingin memimpin Papua dari hati dan untuk rakyat.

Kehadiran BTM–CK di Kampung Yoboi tidak hanya menjadi simbol dari kampanye politik, melainkan juga menjadi momentum harapan bagi masyarakat adat yang selama ini mendambakan pemimpin yang mengerti nilai-nilai budaya, menghargai tanah adat, dan membela hak-hak masyarakat kecil.

“Ini bukan sekadar konvoi, ini adalah gerakan moral. Kami menyambut anak-anak negeri yang siap memimpin. Kami percaya, BTM–CK adalah harapan baru untuk Papua,” ujar salah seorang pemuda adat yang ikut dalam iring-iringan speed boat.

Kebersamaan antara pemimpin dan rakyat yang terjalin dalam perjalanan di atas Danau Sentani menjadi simbol kekuatan baru: persatuan dalam keberagaman dan tekad untuk membawa Papua ke masa depan yang lebih cerah.
(Arche)