Pengurus Persekutuan Porto di Jayapura Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Ini Pesan Sesepuh

Pengurus lama saat menyerahkan tanggung jawab pelayanan kepada pengurus yang baru (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Pengurus Persekutuan Keluarga Besar Porto Jayapura periode 2026 – 2031 resmi dilantik dalam sebuah ibadah syukur yang berlangsung di GKI Betania Dok IX, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Minggu (8/3/2026).

Pelantikan dilakukan oleh sesepuh Porto, Jopi Tetelepta, setelah ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Lorens Tetelepta. Dalam prosesi tersebut, Jopi Tetelepta mewakili para sesepuh membacakan pernyataan pelantikan sekaligus menyerahkan tanggung jawab pelayanan kepada pengurus yang baru.

Dalam sambutannya, Jopi Tetelepta menyampaikan pesan reflektif tentang perjalanan waktu dan tanggung jawab pelayanan bagi para pengurus yang baru dilantik.

Ia mengutip sebuah kalimat bijak bahwa hari kemarin adalah sejarah, hari ini adalah kenyataan, dan hari esok merupakan misteri bagi setiap orang percaya. Menurutnya, hari ini akan tercatat sebagai bagian dari sejarah Persekutuan Keluarga Besar Porto, di mana kepengurusan periode 2026 – 2031 resmi memulai pelayanan mereka bagi seluruh keluarga besar Porto yang berada di Jayapura.

“Jika kita berbicara tentang persekutuan, maka yang kita bicarakan adalah pelayanan kasih. Persekutuan bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi wadah untuk melayani Tuhan dan sesama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pengurus untuk menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan hati. Pesan tersebut ia kaitkan dengan firman Tuhan dalam Yeremia 48:10, yang mengingatkan agar setiap orang tidak melakukan pekerjaan Tuhan dengan lalai.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada para pengurus bukanlah sebuah kebetulan, melainkan anugerah Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh kesetiaan.

“Saya sebagai sesepuh mengingatkan bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan. Laksanakan tugas dan tanggung jawab ini dengan sepenuh hati bersama seluruh pengurus periode 2026 – 2031, sehingga semuanya dapat menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan dan membawa berkat bagi seluruh keluarga besar Porto,” katanya.

Sementara itu, Ketua Persekutuan Keluarga Besar Porto Jayapura yang baru dilantik, Agus Tupamahu, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin persekutuan tersebut.

“Saya percaya bahwa semua yang terjadi dalam hidup dan pelayanan kita adalah bagian dari rencana Tuhan. Karena itu, pada kesempatan ini saya juga meminta izin kepada Tuhan Yesus agar persekutuan ini ke depan dapat berjalan sesuai dengan tuntunan Roh Kudus,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa kepengurusan yang baru tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan dukungan dari seluruh anggota persekutuan.

Menurutnya, kekuatan dalam pelayanan terletak pada kebersamaan, koordinasi, dan komitmen untuk melayani dengan hati yang tulus.

“Kita ini adalah satu tim. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Karena itu harus ada koordinasi yang baik agar pelayanan dalam persekutuan ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga berharap seluruh anggota Persekutuan Keluarga Besar Porto dapat mendukung kepengurusan yang baru agar berbagai program pelayanan ke depan dapat terlaksana dengan baik sebagai bentuk pelayanan kasih kepada sesama.

Dalam kesempatan yang sama, Pendeta Lorens Tetelepta dalam khotbah singkatnya menyampaikan perumpamaan tentang sebuah pohon yang tumbuh di lereng bukit namun tetap berdiri tegak mengarah ke langit.

Menurutnya, meskipun pohon itu tumbuh di tanah yang miring, ia tetap bertumbuh tegak karena membutuhkan sinar matahari untuk kehidupannya.

Perumpamaan tersebut menggambarkan kehidupan manusia yang sering kali dihadapkan pada berbagai persoalan dan pergumulan.

“Setiap orang, bahkan persekutuan Porto pasti memiliki pergumulan dalam hidupnya. Kita tidak akan menjalani kehidupan yang selalu lurus tanpa masalah, karena pasti ada berbagai tantangan yang kita hadapi,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa di tengah berbagai persoalan kehidupan, setiap orang percaya harus tetap memandang kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan.

“Seperti pohon yang tetap mengarah ke matahari, demikian juga kita harus tetap memandang kepada Tuhan dalam setiap situasi kehidupan,” katanya.

Melalui pelantikan tersebut, diharapkan kepengurusan Persekutuan Keluarga Besar Porto Jayapura periode 2026 – 2031 dapat menjalankan pelayanan dengan baik serta mempererat tali persaudaraan di antara keluarga besar Porto yang berada di Kota Jayapura.

(arc/rck)