Jayapura, Teraspapua.com – Ibadah syukur dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-15 Universitas Ottow Geissler Papua digelar khidmat di gedung serbaguna kampus setempat, Jumat (27/3/2026).
Perayaan ini menjadi momentum refleksi perjalanan institusi pendidikan tersebut sejak berdiri pada 23 Maret 2011 hingga kini.
Ibadah syukur dipimpin oleh Pdt. Jhon Barangsano yang dalam khotbahnya menyampaikan firman Tuhan dari Kitab Amsal 22:1–12. Ia menekankan pentingnya hikmat sebagai fondasi utama dalam kehidupan, pendidikan, dan pengabdian.
Menurutnya, hikmat bukan semata-mata hasil kemampuan intelektual manusia, melainkan anugerah dari Tuhan yang harus diminta dan dihidupi. “Jika seseorang kekurangan hikmat, mintalah kepada Tuhan. Hikmat tidak berasal dari manusia, tetapi dari Allah,” ujarnya dalam khotbah.
Tema Dies Natalis tahun ini, “Membangun Kepedulian dalam Iman, Ilmu Pengetahuan, dan Pengabdian”, menjadi landasan refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam ilustrasinya, Pdt. Jhon mengangkat filosofi burung rajawali yang harus melalui proses menyakitkan untuk memperbarui dirinya demi bertahan hidup lebih lama. Analogi tersebut, menurutnya, menggambarkan pentingnya keberanian berproses dan berubah dalam menghadapi tantangan zaman.
“Seperti rajawali, kita harus berani meninggalkan hal-hal lama untuk mengalami pembaruan. Universitas ini juga sedang dan akan terus berproses dalam kekuatan Tuhan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai integritas, kerja keras, dan ketekunan dalam membangun masa depan. Hikmat, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga mencerminkan karakter dan kualitas hidup seseorang.
Dalam perjalanan 15 tahun, Universitas Ottow Geissler Papua dinilai telah melahirkan berbagai lulusan yang berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan pelayanan publik. Hal ini menjadi bukti bahwa institusi tersebut terus berkembang sebagai pusat pendidikan yang melahirkan generasi berdaya saing.
Selain itu, visi universitas yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai-nilai Kristiani juga dinilai relevan dalam menjawab tantangan global. Dengan misi menyelenggarakan pendidikan berkualitas, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, universitas ini diharapkan mampu mencetak lulusan profesional yang berintegritas dan beriman.
Menutup khotbahnya, Pdt. Jhon kembali mengingatkan bahwa nilai kehidupan tidak diukur dari kekayaan, melainkan dari nama baik dan dampak yang ditinggalkan.
“Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan bagaimana kita dikenang di masa depan,” tuturnya.
Perayaan Dies Natalis ke-15 ini menjadi momentum penting bagi Universitas Ottow Geissler Papua untuk terus memperkuat komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Tanah Papua, melalui pendidikan yang berlandaskan iman, ilmu, dan pengabdian.
(Sand)















