Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-44 dengan cara sederhana, yakni berbagi bersama para janda dan anak yatim piatu. Momentum syukur tersebut diwujudkan melalui jamuan makan bersama serta pemberian bahan makanan dan bantuan uang untuk kebutuhan sehari-hari di kediaman Joni Betaubun di Perumahan Puri Kencana, Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (28/7/2026).
Pantauan Teraspapua.com, acara tersebut turut dihadiri Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai, Sekretaris Umum Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Daniel J. Kaigere, Wakil Sekretaris Pdt. Handry W.D. Kakiay, Pdt. Abraham Mayor, Ketua Klasis GKI Port Numbay Pdt. Andris Tjoe, Sekretaris Klasis Pdt. Aneke Mirino Pondayar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Umum Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Daniel J. Kaigere, menyampaikan renungan singkat yang diambil dari Mazmur 127 dengan tema “Berkat Tuhan Pangkal Selamat.”
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kehidupan manusia tanpa penyertaan Tuhan pada hakikatnya adalah sia-sia. Mazmur 127, kata dia, mengajarkan bahwa jika Tuhan tidak terlibat dalam setiap aspek kehidupan, maka segala upaya manusia tidak akan menghasilkan makna yang sejati.
Ia kemudian menguraikan tiga poin penting sebagai refleksi. Pertama, manusia sering membangun dan merencanakan kehidupan, termasuk rumah tangga, dengan mengandalkan kemampuan sendiri. Padahal, tanpa penyertaan Tuhan, semua rencana tersebut akan menjadi sia-sia.

Kedua, tidak ada kekuatan maupun sistem keamanan apa pun yang mampu menjamin kehidupan manusia tanpa campur tangan Tuhan. Menurutnya, sekalipun manusia memiliki kemampuan dan kewaspadaan tinggi, semua itu tidak berarti tanpa perlindungan dari Tuhan.
Ketiga, terkait usaha manusia dalam mencari nafkah, Pdt. Kaigere menekankan bahwa meski manusia harus bekerja dengan sungguh-sungguh, pada dasarnya Tuhan telah menyediakan segala sesuatu. Namun, manusia kerap meragukan hal tersebut dan cenderung mengandalkan diri sendiri, seolah-olah keberhasilan hanya berasal dari usaha pribadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemampuan berpikir, kekuatan, serta relasi yang baik dengan sesama merupakan anugerah Tuhan. Oleh karena itu, semua hal tersebut harus dipahami sebagai berkat, bukan semata hasil usaha manusia.

Ia juga mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan. Ada hal-hal yang dapat direncanakan, tetapi ada pula yang sepenuhnya berada dalam ketetapan Tuhan. Hal ini menjadi pengingat bahwa manusia tidak memiliki kendali penuh atas hidupnya.
Selain itu, Pdt. Kaigere menyoroti pentingnya peran keluarga, khususnya hubungan antara orang tua dan anak. Menurutnya, orang tua dipanggil untuk menjalankan tanggung jawab dengan iman, sementara anak-anak merupakan berkat dan kekuatan yang Tuhan siapkan untuk masa depan.
Dalam pesannya, ia mengajak Joni Betaubun dan keluarga untuk senantiasa mensyukuri kasih Tuhan. Rumah tangga, katanya, harus menjadi tempat di mana nama Tuhan dimuliakan serta menjadi sarana menghadirkan kasih dan sukacita bagi sesama.
“Melalui kehidupan sehari-hari, kita dipanggil menjadi alat Tuhan, sehingga orang lain dapat melihat dan merasakan kemuliaan-Nya,” ujarnya.

Sementara itu, Joni Y. Betaubun mengatakan, kegiatan berbagi bersama janda dan anak yatim piatu tersebut merupakan agenda rutin yang telah ia lakukan secara berkala sebagai bentuk ungkapan syukur.
“Ini adalah kegiatan makan bersama yang ketujuh kali. Setiap bulan kami berupaya berbagi dengan para janda dan anak yatim piatu sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas berkat Tuhan dalam keluarga kami,” kata Betaubun.
Ia menjelaskan, dalam momentum ulang tahunnya kali ini, bantuan yang diberikan berupa beras, telur, serta uang untuk kebutuhan dapur seperti bumbu dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
“Biasanya kami berbagi sederhana, tetapi karena bertepatan dengan ulang tahun, kami tambahkan lagi sebagai bentuk sukacita bersama. Yang penting bisa membantu kebutuhan mereka, seperti membeli bawang, rica, dan garam,” ujarnya.

Betaubun menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan semata-mata nilai materinya, melainkan wujud kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan mendukung kegiatan tersebut, termasuk pimpinan DPR Papua dan jajaran Sinode GKI di Tanah Papua.
“Terima kasih atas doa dan kehadiran semua pihak. Kebersamaan ini menjadi berkat bagi kita semua,” tutupnya.














