Jayapura, Teraspapua-com – Wali Kota Jayapura, Dr. Behur Tomi Mano, MM bersama istri, Kristhina R. I. Mano, S.IP, M. AP dirawat di rumah sakit Provita, karena terinveksi Covid – 19.
Selama 6 hari, orang nomor satu di ibukota provinsi Papua itu bersama istri menjalani perawatan oleh 3 tim dokter ahli RS dan dr pribadi. Terhitung, Rabu 10 – 16 Februari 2021.
“Covid ini ibarat undian lotre dan ada di sekitar kita, yang hanya menunggu giliran kapan kita cabut. Tapi kalau mengikuti protokoler kesehatan dengan ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, tidak berkerumun di tempat-tempat umum maka kita akan terhindar,” ujarnya di pelataran RS Provita, Selasa ( 16/2/2021) sore.
Padahal dikisahkan, di rumah dirinya mengikuti protokoler kesehatan dengan ketat, mencuci tangan, istirahat, berolahraga yang cukup bahkan makan makanan yang sehat. Begitu juga saat dikantor mengikuti prokes dengan ketat.
Semua surat-surat yang akan ditandatanganinya melalui tempat yang septi selama 30 menit. Namun terkadang saya lalai, dalam memberikan sambutan, saya membuka masker di depan banyak orang.
“ Saya mengikuti protokoler kesehatan itu dengan ketat, tapi bisa terpapar Covid – 19,” ungkapnya.
BTM menuturkan, dirinya terkena virus ini pada Selasa 9 Februari 2021, malamnya dan mengalami batuk sampai pagi, tidak bisa tidur. Paginya ke kantor karena ada pertemuan dengan komisi pemberantasan korupsi untuk mereview kembali hasil pemeriksaan.
Ketika di sore hari, saya tidak bisa tahan dan meminta kadis kesehatan untuk mengirimkan staf untuk tes rapid antigen. Baru 5 menit alat rapid tersebut menunjukkan warna merah.
Kemudian Keputusan yang diambil oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura untuk menghubungi Dirut RS Provita untuk saya dirawat,” sambungnya.
“Puji Tuhan, saya ditangani oleh tiga dokter ahli dan dibentuk tim khusus untuk menangani saya. Awalnya dokter panik karena selain kena Covid, BTM juga ada penyakit penyerta, yaitu diabetes,” kisahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, ada beberapa langkah yang dilakukan untuk penanganan. Bahkan dipikirkan untuk harus melakukan plasma darah,” tambahnya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada tiga tim dokter yang khusus menangani saya. Karena lewat campur tangan Tuhan sehingga pada hari ini saya dinyatakan untuk pulang ke rumah untuk masa pemulihan di rumah,” tandas Wali Kota.
Kata BTM, Tuhan masih memberikan saya kekuatan dan semangat. Pasalnya banyak orang yang terinveksi Covid meninggal karena penyakit penyerta, apalagi diabetes.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ninyoman Sri Antari juga menambahkan kondisi Wali kota melemah akibat terkena covid 19, tapi dari Wali Kota diminta untuk istirahat di rumah.
Namun kata Ni Nyoman, itu tidak main-main karena tanggung jawabnya sebagai kepala Dinas Kesehatan terhadap pimpinan daerah yang harus saya jaga kesehatannya.
Sehingga pada waktu itu saya menghubungi Direktur Utama Rumah Sakit provita dan puji Tuhan masih ada tempat yang kosong. Memang kasus di kota Jayapura meningkat di bulan Januari dari cluster keluarga.
“Jadi kita berpikir diluar kita disiplin menggunakan masker, tapi ternyata di rumah kita lupa bawa kita tadi dari mana-mana tempat. Bisa saja kita terpapar dan dirumah tidak menggunakan masker, ternyata kita adalah salah satu yang positif dan menularkan kepada suami, istri dan anak-anak.
Jadi, waspada tetap dengan protokoler kesehatan yang ketat. Covid ada ditengah-tengah kita. Mari kita sama-sama menjaga satu dengan yang lain,” pungkasnya.
(Let)














