Jayapura, Teraspapua.com – Juru bicara Satuan Tugas ( Satgas ) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari menyebutkan, pemberian vaksiansi dosis dua baru 17 persen, masih jauh dari target.
“Pemberian vaksin dosis satu baru 96. 718 atau 36 persen dan dosis kedua 45. 342 atau 17 persen. Jadi total yang sudah disuntikan sebanyak 142. 060 dosis,,” kata dr. Ni Nyoman Sri Antari kepada Teraspapua.com, usai rapat evaluasi Satgas Covid bersama Forkopimpda dan para tokoh agama, Senin ( 2/8) di parkiran utama kantor Wali Kota Jayapura.
Menurutnya, karena kita ambil dua dosis. ketika sekarang kita mengejar dosis kedua. Berarti kita mandek di dosis satu.
Apalagi tenaga vaksinator Kota Jayapura tidak banyak. Bahkan ada juga yang isolasi mandiri, menyebabkan vaksinasi kita terlambat. “Jadi memang kita menyesuaikan,” sambungnya.
Kembali ditegaskan, vaksiansi di Kota Jayapura baru 36% dosis pertama. Padahal target 270 ribu warga kota harus divaksin dari usia 12 tahun ke atas.
“Ini memang masih banyak yang belum karena kemampuan tenaga kita dengan 32 tim, sedangkan kemampuan satu hari hanya 150 orang,” terangnya.
Sekarang dari 32 vaksinator itu, banyak juga yang isoma karena ikut terpapar Covid – 19. Kendati begitu Sri Antari optimis dosis kedua tetap jalan.
Untuk itu lanjut dr. Ni Nyoman Sri Antari, dengan pemberlakuan PPKM level empat masyarakat bisa mentaati anjuran pemerintah serta terapkan prokes yang ketat.
“Jadi ami berharap, masyarakat jika batuk pilek sudah swab antigen, sehingg tidak jatuh kefase yang berat, sehingga pemberlakukan PPKM level 4 diharapkan kasus Covid bisa menurun,” ucap dia.
Dikatakannya, tanggal 1 Agustus kemarin terdapat 76 kasus perhari. Sebelumnya viks di bulan Juli itu 150 kasus perhari. Jadi dihari yang ke 4 turun 95 kasus.
Kami berharap, di bulan Agustus ini kasus bisa menurun, dimohon juga masyarakat tetap sadar kalau ada batuk pilek Jangan dianggap remeh.
“Kalau swab tidak ada orang yang mengcovidkan. Jadi kalau memang itu positif diobati segera. Obatanya sederhana, obat flu dengan golongan kortikosteroid kita gunakan,” jelas Jubir Satgas Covid itu.
Sri Antari menegaskan, saatnya masing – masing orang menjaga diri dan orang lain, dan jika ada gejala Covid agar segera disampaikan. Kalau kita masih sembunyi-sembunyi rugi sendiri.
Banyak yang meninggal di rumah karena ditutuptutupi. Masyarakat mungkin takut ke rumah sakit atau takut dicovidkan, padahal benar – benar Covid di rumah,” lanjut dr. Sri Antari.
Jadi memang kemarin waktu Idul Adha, kami kewalahan karena banyak yang meninggal di rumah dan kami berharap, belakangan ini kasus sudah harus menurun,” tutupnya.
(arc)















