Jayapura,Teraspapua.com – Masalah keamanan yang terjadi di Intan Jaya, anggota lesgislator Papua, Thomas Sondegau ST minta Kapolda dan Pangdam untuk bekerja keras, karena tinggal 11 hari lagi Pemilu sudah berlangsung.
“Walaupun di media sudah mengatakan Intan Jaya aman, tetapi masyarakat masih trauma dengan kejadian yang terjadi,” ungkap Sondegau kepada sejumlah awak media di Jayapura, Kamis (1/2/2024).
Pada kesempatan itu, dirinya minta Kapolda dan Pangdam untuk kerjasama dengan Pemerintah, KPU dan Bawaslu setempat. Agar keamanan di Intan Jaya bisa terjamin, sehingga masyarakat bisa memberikan hak suaranya.
“Jika memang situasi belum kondusif hingga waktu pemilhan, dirinya sarankan TPSnya di pindahkan ke tempat yang tidak rawan, sehingga masyarakat bisa datang dan memberikan hak politiknya,” tandasnya.
Sementar itu Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, kejadian di Intan Jaya saya berharap Pemilu ini tinggal 11 hari. Untuk itu saya minta anggota tidak berlebihan, sehingga masyarakat bisa datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya.
“Kalau kita mengejar secara berlebihan, tentunya membuat masyarakat takut datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya,” tandas Fakhiri.
Sementara itu, Pangdalam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan usai memimpin apel gelar pasukan pengamanan pemilu, menegaskan jika mereka (kkb) mengganggu keamanan maka TNI akan bertindak.
“Mereka sekarang sudah mundur, namun hanya ada beberapa yang masih bertahan di dekat kota sugapa,” tandasnya.














