Jayapura, Teraspapua.com – Forum Silaturahmi Mubalig Indonesia (Fosmubin) wilayah Tabi melakukan pertemuan dengan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constan Karma di kediaman jalan jeruk nipis, Jumat (4/4/2025) malam.
Pertemuan ini tentu Fosmubin membantu meminimalisir potensi konflik pada pesta demokrasi, terutama Pemungutuan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua, seraya menjaga Papua sebagai tanah damai, terutama dari isu-isu SARA dan politik identitas.
“Silaturahmi teman-teman dari tokoh-tokoh muslim, kami ingin menjaga Papua ini sebagai tanah damai, karena itu hal-hal yang menimbulkan potensi konflik terkait dengan pesta demokrasi, maka kami mencoba membantu untuk bisa meminimalisir,” kata Ketua Majelis Muslim Papua Kabupaten Keerom, Zursalim Arrosing kepada wartawan di kediaman BTM usai pertemuan.
Lanjut Nurszalim Arorrosing, begitu juga dengan isu-isu SARA dan politik identitas sebisa mungkin kita hindari, karena itu saya sampaikan juga kepada BTM tapi juga MDF agar bertarung secara elegan dan ksatria.
“Rakyat saya pikir sudah tahu siapa calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan dipilih untuk memimpin Papua, dengan persoalan yang begitu kompleks,” imbuhnya.
kami dari teman-teman tokoh muslim ini menjaga harmoni kehidupan lintas agama yang ada di Papua yang sejauh ini relatif bisa terjaga dengan baik.
“Melalui pertemuan ini,ada beberapa poin penting yang kami sampaikan, karena kami umat Islam tentu ada suara-suara ada pokok-pokok pikiran yang harus kami sampaikan,” ujarnya.
Diantaranya lanjut Nuszalim, ketika ada framing berita tentang kemungkinan ada Perda Papua tanah Injil, tentu sangat menjadi momok buat umat Musllim dan ini yang kami ingin mendapatkan penjelasan langsung dari BTM dan CK.
“Ketika kami mendengar penjelasan BTM, maka kami akan sampaikan kepada masyarakat, soal memilih dengan tidak masyarakat harus memilih dengan hati nurani, jangan berdasarkan isi-isu murahan yang dibuat oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara calon Wakil Gubernur, Constan Karma juga mengatakan, dalam pertemuan tadi ada penyampaian isu Perda Papua Tanah Injil.
“Konsep Perdanya tidak ada, tapi isu itu kuat dan berkembang di masyarakat. Jika Perda itu mucul di DPRP pun, pasti jadi perdebatan,” kata Karma.
Tapi di bawah isunya besar, padahal Perdanya tidka ada. Saya juga baru dengar. Tapi isu itu tidak tau siapa yang sebarkan.
Tapi saya pikir, isu-isu yang tidak mendasar itu tidak kuat, dan nantinya akan hilang sendiri. Dikatakan dalam pertemuan tadi, saya dan pak Gubernur akan berusaha untuk koordinasi yang kuat dengan lembaga-lembaga keamanan, intelejen.
“Supaya ada apa-apa komunikasi kita kuat, lalu kita nanti bahas bersama dengan forum-forum Muspida, kita bicara dengan Pers, kalau pemimpin itu bertemu maka isu-isu
yang berkembang itu akan hilang sendiri,” tukasnya.
(Har)













