Jayapura, Teraspapua.com – Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma, mengajak mahasiswa dan mahasiswi dari Ikatan Mahasiswa/Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) untuk menjadikan organisasi ini sebagai wadah pembentukan karakter pemimpin masa depan.
Hal ini ia sampaikan dalam Musyawarah Organisasi Mahasiswa (Musorma) IMPPETANG ke-IV yang digelar di aula Museim Provinsi Papua, ExpoWaena, Kamis (15/5/2025).
Dalam sambutannya, Constant Karma menekankan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan Musorma agar organisasi tetap relevan dan berperan dalam mencetak kader pemimpin yang siap membangun daerah Pegunungan Bintang.
“Organisasi ini sakral. Ia adalah alat untuk mencapai tujuan bersama. Sama seperti pisau tajam yang kita pakai untuk memotong mangga, organisasi juga harus dipakai secara efektif oleh orang-orang di dalamnya,” ujar Karma.
Constant Karma juga membagikan pengalamannya yang cukup akrab dengan Oksibil. Ia mengaku sudah sembilan kali berkunjung ke sana, terakhir saat mendiang Wellington Wenda menjabat sebagai Bupati Pegunungan Bintang.
“Masyarakat di sana kenal saya. Dulu, saat saya masih aktif sebagai dokter hewan, saya pernah ditugaskan ke sana untuk menangani kasus penyakit hewan yang dicurigai mirip antraks. Saya juga pernah mengirim empat ekor kuda ke Oksibil untuk membantu petani mengangkut hasil kebun,” kenangnya.
Lebih lanjut, Karma menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang menjadi bos, melainkan menjadi pelayan. Ia mengutip prinsip kepemimpinan dalam Alkitab yang menurutnya bersandar pada semangat melayani, seperti yang diteladankan para pendeta atau majelis gereja.
“Saya belajar bahwa rahasia kepemimpinan adalah menjadi hamba. Kalau jadi pemimpin, jangan lihat ke atas, tapi lihat ke bawah. Pelayanan yang baik akan membuatmu diangkat pelan-pelan ke atas,” pesannya kepada para mahasiswa.
Ia juga mengapresiasi kedisiplinan para peserta Musorma dan menyebutnya sebagai modal penting untuk menjadi pemimpin yang baik.
“Banyak orang Papua belum disiplin. Tapi kalian sudah mulai menunjukkan kedisiplinan hari ini. Itu bagus. Mulailah dari memimpin diri sendiri, baru kemudian orang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut mendorong agar peran perempuan dalam organisasi diperhatikan secara setara, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam pengembangan kepemimpinan.
“Memimpin teman-teman perempuan tidak mudah, tapi sangat penting. Perhatian harus seimbang agar organisasi tetap solid dan tidak bubar di tengah jalan,” imbuhnya.
Musorma ke-IV IMPPETANG ini juga didukung oleh Wakil Ketua DPRD serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. Karma berharap dukungan ini terus dijaga agar mahasiswa dan pelajar Pegunungan Bintang dapat maju bersama membangun tanah kelahirannya,” pungksnya.
(Har)















