Syukuran Hari Lahir Pancasila, BTM Satukan Semangat Nasionalisme di Tanah Papua

Foto bersama BTM, Ibu Kristhina, sekertearis DPD PDIP, Surya Ibrahim dan Warakauri

Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Papua menggelar upacara peringatan hari lahir Pancasila sekaligus memperingati Bulan Bung Karno di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan, Jalan Asrama Haji, Kota Jayapura, Senin (2/6/2025).

Upacara tersebut dilanjutkan dengan acara syukuran yang digelar oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), di kediamannya di Jalan Jeruk Nipis, Kotaraja, Kota Jayapura.

Dalam acara itu, BTM mengundang berbagai tokoh dan organisasi penting, antara lain Ketua Veteran dan seluruh pengurus serta anggota, Ketua Pepabri Provinsi Papua dan Kota Jayapura, FKPPI Papua, serta Pengurus Bravo V.

Turut hadir pula Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua, Surya Ibrahim, dan seluruh jajaran keluarga besar PDI Perjuangan tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Saya bersyukur bisa menjadi tuan rumah sekaligus saksi kehadiran para tokoh dan pelaku sejarah bangsa, mereka yang bukan hanya pembaca Pancasila, tetapi pernah menghidupinya dengan jiwa dan raga,” ujar BTM.

Ia juga mengungkapkan rasa hormat kepada para anggota Pepabri, Warakawuri, dan Veteran, yang menurutnya adalah simbol kesetiaan, keberanian, dan cinta tanah air yang tak lekang oleh waktu.

“Saya anak seorang purnawirawan polisi. Ayah saya adalah Dansektor Abepura pertama. Dari pengalaman itu, saya tahu apa arti loyalitas dan pengorbanan,” kenangnya.

BTM menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”. Ia mengajak semua pihak untuk tidak
menjadikan Pancasila sekadar slogan.

“Gotong royong kini tergantikan oleh kepentingan kelompok. Persatuan terkikis oleh ujaran kebencian. Nilai-nilai kebangsaan digerus oleh politik kotor,” tegasnya.

Ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk Pepabri, Veteran, Warakawuri, FKPPI, dan Bravo V menjadi penjaga moral bangsa.

“Papua bukan hanya bagian dari Indonesia, tetapi serambi timur penjaga peradaban nusantara. Pancasila harus hidup dalam adat, agama, kehidupan masyarakat, dan pembangunan yang adil dari kota hingga kampung.”

Menutup pidatonya, BTM menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Papua agar tidak hanya bangga menjadi bagian dari Indonesia, tetapi juga membuktikan kebanggaan itu dengan tindakan nyata.

“Mari kita hidupkan Pancasila dalam cara kita melayani rakyat, mendidik anak cucu, dan menjaga nilai dalam organisasi,” tutupnya.

(HR)