Sentani, Teraspapua.com – Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kawai, menyerukan ajakan kuat kepada seluruh masyarakat adat Sentani, khususnya warga Kampung Asei Kecil dan sekitarnya, untuk bersatu dan memberikan dukungan penuh kepada pasangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua yang akan digelar pada 6 Agustus 2025.
Ajakan ini disampaikannya dalam acara Fi Helai Mbai calon gubernur Papua Benhur Tomi Mano di Obhe Kleublow, Asei kecil, Distrik Sentani Timur bersama panitia dan masyarakat adat dalam rangka persiapan HUT PI ke-97 pada tanggal 1 Juli di Asei kecil, Senin (16/6/2025).
Dalam sambutannya, Orgenes menekankan bahwa PSU bukan sekadar peristiwa politik, melainkan ajang untuk membuktikan bahwa masyarakat Tabi dan Saireri mampu menjaga harga diri dan jati diri mereka sebagai anak adat Papua.
“Cukuplah kita kalah di Pilkada Kabupaten Jayapura. Jangan lagi kita kalah di tingkat provinsi. Papua, tanah Tabi ini adalah tanah tumpah darah kita. Sudah waktunya anak adat sendiri yang memimpin provinsi ini,” tegas Orgenes Kawai di hadapan tokoh adat dan warga yang hadir.
Menurutnya, masyarakat Sentani memiliki jiwa besar dan terbuka, namun saat ini adalah momen yang tepat untuk mempertegas sikap dan memilih putra asli daerah sebagai gubernur dan wakil gubernur. Ia menilai, pasangan BTM-CK adalah representasi dari perjuangan dan nilai-nilai adat Tabi-Saireri yang harus dijaga.
Orgenes juga menyinggung soal nilai-nilai Injil dalam konteks pemilihan ini. Ia mengaitkan kedekatan tanggal peringatan Injil masuk Asei (1 Juli) dan PSU (6 Agustus) sebagai pengingat moral dan spiritual bagi masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak tergoda dengan kekuatan uang atau janji politik yang bisa menyesatkan. Ia meyakini bahwa suara masyarakat adat akan menentukan arah masa depan Papua.
Pada kesempatan itu juga, Orgenes juga menyindir keberadaan baliho kampanye Paslon nomor urut 2 yang menampilkan tiga tokoh (Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, padahal hanya ada dua jabatan yang diperebutkan dalam Pilkada – gubernur dan wakil gubernur.
Orgenes pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Ralibu, Nolobu, hingga Waibu untuk tetap berada di tempat, tidak mudah terpengaruh, dan menjaga harga diri sebagai anak Tabi. Ia meminta masyarakat untuk tidak “membawa diri ke mana-mana”, baik secara politik maupun komitmen, karena jumlah suara terbesar ada pada mereka.
“Kita (suku Sentani) ini penentu. Di kota kabupaten Jayapura saja kita sudah hampir 60 ribu jiwa. Di Waibu ada 18 ribu. Kalau kita semua satu suara, Sentani tidak ke mana-mana, maka tanggal 6 Agustus, BTM-CK pasti menang!” serunya dengan semangat.
Sebagai penutup, Ketua DASS menyampaikan rasa terima kasih kepada para Ondofolo dan tokoh adat yang hadir dalam acara tersebut. Ia juga menyampaikan harapannya agar jika kelak BTM kembali menjabat sebagai gubernur, masyarakat Asei dan Sentani Raya tetap mengundangnya dalam momen-momen penting seperti peringatan Injil masuk.
“Jangan ada dusta di antara kita. Pikiran boleh ke mana-mana, tapi hati kita hanya untuk nomor satu: BTM-CK. Ini bukan sekadar pilihan politik, ini soal jati diri, soal marwah tanah Tabi,” pungkas Orgenes Kawai.
Dengan ajakan penuh semangat ini, masyarakat adat Tabi-Saireri kini dihadapkan pada momentum besar untuk menentukan arah masa depan Papua dalam Pemungutan Suara Ulang 6 Agustus mendatang.
(Hr/Rck)













