Jayapura, Teraspapua.com – Ratusan pendukung dan simpatisan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM–CK), memadati Pelabuhan Jayapura pada Rabu sore (23/7/2025), untuk menyambut kepulangan BTM yang baru saja menuntaskan safari politik di wilayah adat Saireri.
BTM tiba di Jayapura dengan KM Ciremai, setelah menempuh pelayaran selama 10 jam dari Serui, Kepulauan Yapen, salah satu titik penting dalam perjalanannya menyapa masyarakat di empat kabupaten wilayah Saireri: Biak Numfor, Supiori, Waropen, dan Kepulauan Yapen.
Suasana di Pelabuhan Jayapura berubah menjadi lautan semangat dan antusiasme.
Para penjemput,mayoritas merupakan relawan dari wilayah adat Lapago dan Mepago di Kabupaten Jayapura, serta sejumlah simpatisan dari Kota Jayapura, datang membawa spanduk dukungan, mengenakan atribut kampanye, dan menyanyikan yel-yel sambil wasisi di atas dermaga.
Begitu kapal sandar, BTM turun dari kapal dengan wajah penuh haru. Ia menengadah ke langit dan mengangkat kedua tangan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, lalu mengacungkan satu jari ke arah massa pendukung di dermaga simbol nomor urutnya dalam kontestasi Pilgub Papua 2025.
Tak lama setelah menjejakkan kaki di dermaga, suasana haru berubah menjadi momen penuh makna budaya.
Sejumlah pemuda adat dari Lapago dan Mepago memikul BTM di atas pundak mereka, lalu membawanya berlari memutar di sekitar pelabuhan. Aksi ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang mereka anggap sebagai pemimpin besar, figur “orang tua” bagi rakyat Papua.
“Perjalanan memang panjang dan melelahkan, tetapi tidak ada rasa lelah bagi saya jika itu untuk rakyat Papua,” ujar BTM, didampingi sang istri Kristina Luluporo Mano, sesaat setelah turun dari kapal.
Selama perjalanan kampanye di Saireri, BTM menyampaikan visi dan misinya kepada masyarakat adat dan meminta restu untuk maju dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025, yang akan digelar pada 6 Agustus mendatang.
Ia tak hanya berbicara soal janji politik, melainkan juga mendengar keluhan langsung dari masyarakat, terutama terkait infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Menariknya, selama berada di kapal, BTM tak hanya berdiam di kabin untuk beristirahat. Ia meluangkan waktu berjalan di dek kapal, berbincang dengan penumpang, serta menyaksikan sendiri realitas transportasi laut yang masih menjadi andalan utama masyarakat Papua antarpulau.
Suatu kondisi yang ia sebut sebagai tantangan sekaligus prioritas pembangunan ke depan.
Ketua Relawan Lapago – Mepago Kabupaten Jayapura, Luis Wonda, menyatakan bahwa penjemputan ini bukan hanya sekadar penyambutan biasa, tetapi bentuk keyakinan penuh bahwa kemenangan BTM–CK sudah semakin dekat.
“Kami datang menjemput Bapak Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano, karena kami percaya masyarakat di wilayah Saireri sudah mengunci suara mereka untuk BTM–CK. Ini bentuk cinta kami. Papua lima tahun ke depan harus dipimpin oleh orang yang mengerti rakyat,” kata Luis dengan penuh semangat.
Ia juga menyampaikan bahwa selama safari politik di Saireri, BTM turut menggandeng perwakilan relawan dari Lapago dan Mepago sebagai bentuk solidaritas dan keterlibatan lintas wilayah adat.
“Hari ini, kami di dermaga ini bukan hanya menjemput BTM, tapi juga menjemput kemenangan. Kami yakini suara dari wilayah Saireri akan 100% untuk BTM–CK,” tegas Luis Wonda.
Kedatangan BTM di Jayapura menjadi simbol semangat kolektif rakyat Papua yang mendambakan perubahan.
Dermaga Pelabuhan Jayapura sore itu tak hanya menjadi tempat pertemuan seorang calon gubernur dengan para pendukungnya, melainkan juga menjadi panggung solidaritas rakyat yang percaya akan masa depan Papua yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera di bawah kepemimpinan BTM–CK.
(har/nov)














