Jayapura, Teraspapua.com – Dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Kali ini, pernyataan tegas datang dari Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Maluku Utara (KKMU) di Provinsi Papua, Pendeta Delfina Memele, yang juga menjabat sebagai Ketua Relawan Maluku Utara untuk BTM-CK.
Dalam acara Makan Patita yang digelar oleh Relawan “Beta Tetap Maluku for BTM-CK” di Expo Waena, Kota Jayapura, Sabtu (26/7/2025), Pendeta Delfi menyampaikan klarifikasi sekaligus pernyataan sikap politik masyarakat Maluku Utara yang tinggal di Papua.
“Saya sebagai Sekjen Maluku Utara dan Ketua Relawan Maluku Utara yang terdiri dari 9 kabupaten dan 2 kota, menyatakan dengan tegas: kami tetap mendukung BTM-CK. Dari ujung Halmahera, pilihan kami tetap Benhur Tomi Mano dan Constant Karma,” ujar Pendeta Delfi.
Ia juga menanggapi pernyataan yang menyebut nama Sultan Tidore dalam deklarasi dukungan kepada pasangan calon nomor urut 2, Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (Mari- Yo), beberapa waktu lalu di Pantai Hamadi, Jayapura.
“Saya ingin luruskan, kabar bahwa Sultan Tidore mendukung paslon nomor 2 tidak benar. Bahkan, Sultan sendiri menyatakan tidak pernah mengajak masyarakat Maluku Utara untuk memilih pasangan tersebut,” tegasnya.
Menurut Delfi, Sultan Tidore memiliki hubungan historis yang baik dengan BTM. Ia mengingat saat Benhur Tomi Mano masih menjabat sebagai Wali Kota Jayapura, Sultan Tidore diundang secara resmi ke Jayapura bersama dua wali kota lainnya, yakni Wali Kota Ternate dan Wali Kota Tidore.
“Saat itu, Sultan Tidore turut melantik Kerukunan Maluku Utara di Jayapura. Saya adalah sekretaris kerukunan dan ketuanya adalah Syamsir Husein. Itu bukti nyata kedekatan kami dengan BTM,” kenangnya.
Pendeta Delfi juga menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan penghargaan BTM terhadap masyarakat Maluku Utara. Ia menyebut bahwa di masa kepemimpinan BTM, beberapa putra terbaik Maluku Utara diberi kepercayaan mengisi jabatan strategis di Pemkot Jayapura.
“BTM memperjuangan putra terbaik Maluku Utara menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, bahkan dua putera Malut juga dipercaya sebagai Kepala Inspektorat. Itu semua karena kebaikan hati beliau,” ujarnya.
Menurutnya, jika seseorang tidak dikenal, maka tidak akan disayang. Dan dalam hal ini, hanya BTM yang dikenal dan dicintai masyarakat Maluku Utara di Papua.
Pendeta Delfi juga mengaku bahwa dirinya sempat berada di kubu pasangan nomor urut 2 pada awal proses pendaftaran. Namun, seiring waktu dan kesadaran spiritual sebagai seorang pendeta, ia merasa perlu berdiri di pihak yang benar dan mengenal secara pribadi siapa yang layak memimpin Papua.
“Saya sadar, saya pendeta di tanah Injil ini. Orang tua kami dulu yang membawa Injil ke tanah Papua. Maka saya tidak boleh menyangkal kebenaran itu. Karena itu, saya memilih untuk mendukung BTM-CK saat pengundian nomor urut di KPU,” ungkapnya.
Ia menyatakan bahwa mendukung seseorang yang tidak dikenal atau belum terbukti adalah suatu kesalahan besar, terlebih dalam konteks kepemimpinan daerah yang membutuhkan pengalaman dan visi yang jelas.
“Saya merasa berdosa jika memilih orang yang tidak saya kenal. Tapi saya percaya kepada BTM yang telah dua periode memimpin Kota Jayapura dengan bukti nyata,” tegas Delfi.
Pendeta Delfi mengajak masyarakat, khususnya warga Maluku Utara yang menetap di Papua, untuk tidak salah memilih pemimpin dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) 6 Agustus 2025.
“Kita harus memilih pemimpin yang sudah kita kenal, yang visi misinya jelas. Jangan memilih pemimpin yang tidak jelas. Untuk Papua yang lebih baik, BTM-CK adalah pilihan terbaik,” pungkasnya.
(har/rck)














