Dua Tokoh Berpengaruh Bugis-Makassar, Thamrin Ruddin dan Darwis Massi, Nyatakan Dukungan untuk BTM – CK di Pilgub Papua 2025

Jayapura, Teraspapua.com – Peta politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua 2025 mulai memperlihatkan arah dukungan yang signifikan dari berbagai kalangan.

Salah satu dukungan penting datang dari dua tokoh berpengaruh asal Bugis-Makassar yang telah lama menetap dan berkiprah di tanah Papua, yakni Thamrin Ruddin dan Darwis Massi.

Keduanya secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma.

Menurut Tamrin, dukungan kepada pasangan BTM – CK, bukan sekadar pilihan politik, tetapi merupakan bentuk komitmen untuk menjaga stabilitas, pembangunan, dan persaudaraan di tanah Papua.

Ia menyebut sosok Benhur Tomi Mano sebagai pemimpin visioner yang telah terbukti membawa kemajuan signifikan saat menjabat sebagai Wali Kota Jayapura selama dua periode.

“Saya mengenal Pak BTM bukan hanya sebagai politisi, tapi juga sebagai pemimpin yang membumi, terbuka, dan mengayomi semua golongan. Ketika menjadi wali kota, beliau tidak pernah membedakan antara pendatang dan warga asli. Semua diberi ruang yang sama,” ujar Tamrin, Jumat di salah satu cafe di Holtekamp, Jumat 91/8/2025).

Sementara itu, Darwis Massi yang juga dikenal sebagai tokoh perantau sekaligus pelaku usaha di Papua, menilai pasangan BTM dan Constant Karma sebagai figur yang saling melengkapi.

Menurut Darwis, Constant Karma sebagai birokrat senior yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan paham betul cara mengelola birokrasi Papua secara inklusif dan transparan.

“Kombinasi BTM dan CK adalah jawaban untuk tantangan besar Papua ke depan. Keduanya punya kapasitas, jaringan, dan yang paling penting: niat tulus membangun Papua dari hati,” kata Darwis.

Ia menambahkan, warga Bugis-Makassar di Papua, khususnya di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Biak Numfor, Supiori, Waropen dan
Kepulauan Yapen, selama ini menjadi bagian integral dari pembangunan di Papua.

Maka dari itu, keterlibatan mereka dalam kontestasi politik dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk masa depan bersama.

Dukungan dari Tamrin Ruddin dan Darwis Massi mencerminkan pandangan yang lebih luas bahwa Papua bukan hanya milik satu golongan atau etnis tertentu. Papua adalah rumah bersama, tempat di mana semangat keberagaman hidup berdampingan dengan nilai-nilai lokal.

Dalam konteks ini, kehadiran pemimpin yang mampu merajut kebhinekaan menjadi hal yang sangat penting. Sosok BTM yang lahir dan besar di Papua serta Constant Karma yang dikenal luas sebagai birokrat berdedikasi tinggi, dinilai sebagai figur yang dapat menyatukan semua elemen masyarakat Papua—baik warga asli maupun perantau.

“Kami tidak ingin pemimpin yang hanya memikirkan satu kelompok. Kami ingin pemimpin yang merangkul semua, yang bisa mendengar aspirasi dari ujung kampung sampai ke kota. Dan itu ada pada BTM dan Constant,” tegas Tamrin.

Tidak berhenti pada pernyataan dukungan semata, Tamrin dan Darwis juga menyatakan kesiapannya untuk menggalang kekuatan di akar rumput. Mereka akan mendorong komunitas
Bugis-Makassar untuk ikut mengkampanyekan pasangan BTM – Constant secara langsung ke masyarakat.

“Kami akan bergerak, tidak hanya bicara. Kita bentuk tim, door to door, dari rumah ke rumah. Kita sampaikan visi dan misi mereka dengan cara yang sederhana dan menyentuh hati,” ujar Darwis.

Keduanya juga mengimbau masyarakat Papua agar menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab. Mereka mengingatkan bahwa memilih pemimpin bukan hanya soal janji, tapi soal rekam jejak, kapasitas, dan integritas.

“Papua tidak butuh pemimpin coba-coba. Papua butuh orang yang sudah terbukti bekerja, bukan hanya bicara. Dan kami yakin, BTM – CK adalah pasangan terbaik untuk memimpin Papua lima tahun ke depan,” pungkas Tamrin.

Dengan dukungan dari dua tokoh Bugis-Makassar yang memiliki pengaruh kuat di kalangan perantau, peluang pasangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma untuk memenangkan Pilgub Papua 2025 kian terbuka lebar.

Dukungan ini sekaligus menjadi simbol bahwa masyarakat Papua, dalam segala keberagamannya, siap bersatu untuk memilih pemimpin yang mampu membawa tanah ini menuju masa depan yang lebih baik.

(nov/rck)