Kelompok Cipayung Plus Jayapura, HMI, dan Pemuda Katolik Desak Kementerian ESDM Hentikan Eksploitasi Tambang di Papua

Jayapura, Teraspapua.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Kelompok Cipayung Plus Kota Jayapura, bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Katolik, serta Barisan Pemuda Cinta Otonomi (BAPCO) Tanah Papua, menggelar aksi demonstrasi damai di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), pada Senin (1/9/2025).

Aksi ini digelar sebagai tindak lanjut dari aksi nasional di gedung DPR-RI oleh ribuan mahasiswa yang menolak kenaikan tunjangan rumah anggota DPR RI.

Dalam orasi tersebut ada 11 tuntutan yang disampaikan salah satunya adalah  masalah eksploitasi sumber daya alam (SDA) di wilayah Papua

Penolakan terhadap eksploitasi sumber daya alam (SDA) di wilayah Papua yang dinilai merugikan masyarakat adat serta mengancam kelestarian wilayah adat.

Dalam orasi yang disampaikan, massa mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia untuk segera menghentikan segala bentuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi tambang di Papua.

“Gerakan Cipayung Plus Kota Jayapura bersama dengan pemuda katolik dan BABCO, HMI Papua mendesak Kementerian ESDM, agar segera menghentikan operasi eksploitasi sumber daya alam yang merugikan masyarakat adat dan wilayah adat di tanah Papau,” ujar salah satu orator dari Kelompok Cipayung Rison Zul Akbar dalam orasinya.

Mereka menyoroti beberapa wilayah yang saat ini atau ke depan akan terdampak oleh aktivitas pertambangan, seperti Raja Ampat (Papua Barat Daya), Papua Tengah, serta rencana penambangan nikel di Kabupaten Jayapura.

Menurut mereka, praktik eksploitasi ini tidak hanya merusak alam tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat yang telah lama menggantungkan hidup pada hutan dan alam sekitarnya.

Aksi yang dimulai dari Taman Imbi, tepat di depan eks Kantor Bawaslu Papua, ini berlangsung tertib.

Setelah melakukan orasi selama sekitar 20 menit, massa melanjutkan aksi mereka menuju halaman Kantor DPR Papua. Akses menuju kantor legislatif tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI yang mengawal jalannya demonstrasi agar tetap kondusif.

Sesampainya di depan Kantor DPR Papua, massa menyuarakan aspirasinya dan meminta untuk dapat masuk ke halaman kantor guna menyampaikan orasi secara langsung. Permintaan itu kemudian direspons oleh pimpinan DPR Papua yang akhirnya keluar menemui massa.

Ketua DPR Papua, bersama anggota dewan, turun langsung untuk berdialog dengan para pendemo. Dalam pertemuan tersebut, para anggota dewan mendengarkan secara langsung tuntutan dan kekhawatiran yang disampaikan oleh perwakilan massa aksi.

“Kami DPR Papua menghargai aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, dan akan meneruskan aspirasi ini kepada pemerintah sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat Papua,” ujar Ketua DPR Papua Deni Bonai saat menyambut massa aksi.

Gerakan ini menandai konsistensi Kelompok Cipayung Plus dan organisasi kepemudaan di Papua dalam mengawal isu-isu lingkungan, kedaulatan adat, serta keberlanjutan pembangunan yang berpihak pada masyarakat lokal.

Mereka menyatakan akan terus mengawal isu ini dan tidak menutup kemungkinan untuk menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak digubris.

Aksi damai ini ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap secara terbuka di hadapan pimpinan DPR Papua. Para peserta aksi kemudian melanjutkan aksinya di mapolda Papua.
(Har/Rck).