IPK Kota Jayapura Gelar Bhakti Sosial dan Pencanangan Percepatan Penurunan Stunting di Kampung Mosso

Jayapura, Teraspapua.com – Tenaga Ahli Menteri Sisial Bidang Rehabilitasi Sosial, Benhur Tomi Mano (BTM) yang juga adalah Tonaas Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Kota Jayapura mengatakan, program Presiden Joko Widodo pada tahun 2024 stunting harus turun sampai 24% dan target 2045 stunting harus Zero di Kota Jayapura.

“Ini merupakan program nasional yang kita harus bantu dan sukseskan untuk menurunkan angka stunting di wilayah kota Jayapura, lebih khusus di Kampung Mosso,” kata BTM pada acara pencanagan percepatan penurunan stuntig dan Bhakti Sosial yang gelar oleh Ikatan Perempuan Kawanua (IPK) Kota Jayapura di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Perbatasan RI-PNG, Kamis (10/08/2023.

Bahkan lanjut BTM, Presiden Joko Widodo targetkan penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen harus dapat dicapai pada tahun 2024 mendatang. Dan target 2045 stunting harus zero.

Untuk itu BTM mengajak semua warga kampung Mosso, untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman-tanaman yang bergizi. Agar baik ibu hamil maupun bayi dalam kandungan mendapat asupan makanan yang bergizi.

Disebutkan, penanganan stunting tentu dimulai dari keluarga kita masing-masing. Pertama anak-anak umur 0 sampai 24 bulan kita harus memberikan makanan yang sehat dan bergizi terutama air susu ibu atau ASI.

“Itulah program Presiden Joko Widodo yang tentu seluruh kepala daerah, Bupati, Wali Kota harus menurunkan angka stunting menuju Indonesia yang sehat,” tandasnya.

BTM juga menyebutkan, hari ini Ikatan perempuan Kawanua dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke- 78, mereka melakukan bakti sosial sekaligus pengobatan massal dan donor darah.

“Ini sesuai dengan filosofinya Sam Ratulangi yaitu “Sitou Timou Tumou Tou” yang artinya manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain”

Walau IPK tidak membangun taman-taman di kota, tapi mereka membangun taman-taman di hati masyarakat di kota Jayapura, khususnya di kampung Mosso.

Taman yang akan dikenang sepanjang masa oleh masyarakat di perbatasan RI-PNG ini, bahwa Perempuan Kawanua pernah membantu melakukan pengobatan massal.

“Mereka merelakan tugas sebagai dokter di rumah-rumah sakit, asalkan mereka hadir untuk menolong orang banyak di wilayah batas RI-PNG ini,” terang BTM.

Mantan Wali Kota Jayapura dua periode itu juga mengaku bangga dengan anak-anak sekolah di daerah perbatasan RI-PNG ini, yang melafalkan Pancasila secara fasih dan benar. Bahkan mereka bisa menyanyikan lagu dari Sabang sampai Merauke dengan baik.

Ini pertanda bahwa, pembangunan sampai ke pelosok yang terjauh dalam pelayanan pemerintah kota Jayapura,” imbuhnya.

Kepada ikatan perempuan Kawanua kota Jayapura, BTM minta semuanya untuk tetap solid, kompak, bersatu untuk mendukung program Ketua K3 kota Jayapura untuk melayani masyarakat di kota Jayapura juga di perbatasan RI PNG,” paparnya.

Sementara, Ketua umum Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Kota Jayapura, Christian Warouw menegaskan IPK, adalah pembela-pembela kemanusiaan, saling mengasihi, saling mengasihi, saling menolong satu sama yang lain

“Saya percaya bahwa persatuan ini akan tetap langgeng, lestari, tetap jaya, dimana paguyuban K3 kota menyatakan sebagai sesama anak bangsa,” tandasnya.

Disebutkan, kehadiran IPK dan K3 kota Jayapura untuk merajut kebersamaan, membangun kesatuan, membangun budaya damai sebagai sesama anak bangsa yang ada di kampung Mosso.

“Kita percaya bahwa setiap orang duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Setiap orang berharga di mata Tuhan dan dikasihi oleh Tuhan,” cetusnya.

Di tempat yang sama ketua IPK Kota Jayapura, Letkol Silvie Bujung menyebutkan, penanganan stunting harus dilakukan lebih serius untuk kondisi sekarang.

Hal ini menjadi pertimbangan dan pendorong bagi IPK kota Jayapura melalui dukungan-dukungan dari pemerintah daerah untuk terus berupaya memperkuat kondisi kesejahteraan kehidupan masyarakat di Kampung Mosso, Skouw Sae, Skouw Sae dan Skouw Yambe.

“Kondisi ini memerlukan sinergi dan kolaborasi bersama untuk meningkatkan kehidupan masyarakat,agar lebih sehat, kuat bersama keluarga,”ujar Silvie Bujung.

Dirinya berharap, melalui kegiatan bakti sosial yang dilakukan saat ini oleh IPK dan K3 kota Jayapura, kiranya dapat memberikan manfaat positif untuk terbangunnya kondisi kehidupan kesehatan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.

Selain percepatan penurunan stuntig dan Bhakti Sosial, BTM juga turut menyerahkan bantuan bahan makanan kepada warga setempat dan tas sekolah kepada anak-anak sekolah.

(Har/Ricko)