Jayapura, Teraspapua.com – Suasana penuh haru menyelimuti kampanye tatap muka pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), yang digelar di kawasan Angkasa, Kota Jayapura, Rabu (9/7/2025).
Ratusan pendukung hadir memadati lokasi, namun yang menjadi sorotan utama bukan hanya yel-yel semangat atau orasi politik, melainkan sebuah simbol cinta dan harapan: **noken raksasa sepanjang 12 meter dan lebar 10 meter** yang diserahkan langsung oleh para mama Papua.
Noken tersebut merupakan hasil karya tangan-tangan terampil para perempuan Papua dari Sanggar Aniya Meri Dogopia. Selama sembilan bulan, mereka merajutnya dengan penuh ketekunan dan cinta, khusus dipersembahkan kepada pasangan BTM-CK.
Ketua Sanggar Aniya Meri Dogopia, yang memimpin langsung penyerahan noken tersebut bersama 10 mama Papua lainnya, menyampaikan perasaan mendalam saat memberikan karya itu di hadapan massa kampanye.
“Noken ini kami rajut selama sembilan bulan. Kami tidak memberikannya kepada calon gubernur biasa, tapi kepada anak-anak kami sendiri. Kami percaya BTM dan CK akan memimpin Papua dengan hati seorang anak yang mencintai ibunya,” ujarnya dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan hangat dari para pendukung.
Ia menambahkan, para mama Papua berharap noken raksasa ini bisa ditempatkan di Kantor Gubernur Papua sebagai simbol cinta rakyat, dan bahkan diajukan untuk dicatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai noken terbesar yang pernah dibuat.
Mendapatkan hadiah yang sarat makna tersebut, Benhur Tomi Mano (BTM) tampak tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dalam sambutannya, ia menyebut noken sebagai simbol kehidupan, tidak hanya sebagai benda tradisional, tetapi sebagai representasi nilai-nilai budaya dan cinta kasih di tanah Papua.
“Saya sungguh tersentuh. Noken bukan hanya wadah, tapi simbol kehidupan. Ia menyimpan makanan, menyimpan hasil kebun, menyimpan cinta mama Papua kepada anak-anaknya. Noken adalah mama kita sendiri,” kata BTM, dengan suara yang sempat bergetar menahan haru.
Ia berjanji, jika dipercaya memimpin Papua, pemerintahannya akan memberikan perhatian khusus kepada para perajin noken, khususnya mama-mama Papua.
“Pertama, kami akan pastikan ketersediaan bahan baku. Kedua, pelatihan dan pengembangan SDM akan kami perkuat. Kami juga akan bantu pengadaan mesin produksi dan akses distribusi. Bahkan kami akan siapkan ruang khusus penjualan noken di Bandara Sentani dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Noken Papua harus mendunia,” tegasnya.
Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma, juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam atas penyerahan noken raksasa tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa noken bukan hanya kerajinan tangan, tetapi juga bagian dari identitas dan sejarah orang Papua yang telah diakui oleh dunia.
“Saya menyaksikan sendiri mama-mama Papua berjalan di pegunungan, memanggul noken dengan penuh kebanggaan. Noken telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Ini bukan sekadar benda, tapi jiwa dan sejarah orang Papua yang harus dijaga dan diwariskan,” ungkap CK.
Penyerahan noken sepanjang 12 meter ini bukan hanya menjadi momentum simbolik dalam rangkaian kampanye, tetapi juga menegaskan betapa dalamnya hubungan emosional antara masyarakat, khususnya kaum perempuan Papua, dengan pasangan BTM-CK. Mereka melihat pasangan ini bukan sekadar calon pemimpin, tetapi bagian dari keluarga besar Papua yang diharapkan membawa perubahan dengan hati dan kearifan lokal.
Momen ini memperlihatkan bahwa dalam politik Papua, dukungan masyarakat tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi atau slogan. Ada kekuatan simbol dan budaya yang berbicara lebih lantang dan noken raksasa itu menjadi buktinya.
(Nov/Rck)














