Serui, Teraspapua.com – Ribuan warga Kabupaten Kepulauan Yapen tumpah ruah memenuhi Gedung Pendopo Panjawi Anotaurei, Serui, Senin (21/7/2025), untuk menghadiri pertemuan terbatas bersama calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM).
Kehadiran masyarakat yang membludak mencerminkan kuatnya dukungan terhadap sosok yang dinilai merakyat dan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua.
Sebelum BTM menyampaikan orasi politiknya, ratusan warga yang terdiri dari pengemudi ojek dan simpatisan menggelar konvoi dari Hotel Kelapa Dua menuju lokasi acara.
Iring-iringan kendaraan tersebut membentuk barikade yang menggambarkan semangat gotong royong dan solidaritas tinggi warga dalam menyambut calon pemimpin mereka.
Gedung pendopo yang luas pun tak mampu menampung lautan manusia yang hadir. Banyak di antara mereka memilih berdiri di halaman luar dan sepanjang jalan di depan pendopo.
Saat BTM tiba bersama sang istri, Ibu Kristhina Luluporo Mano, suasana seketika bergemuruh. Sorak sorai, nyanyian, dan pekikan “BTM–CK!” menggema dari segala penjuru. Bahkan dari luar pendopo terdengar suara warga meneriakkan, “Ini gubernur kita!”
Turut hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Joni Y. Betaubun, yang juga Ketua Komis IV DPR Papua, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR
Papua Graha Mambay, serta tim pemenangan BTM–CK. Suasana emosional tak terbendung saat BTM, dengan senyum haru dan rasa bangga, menyampaikan sambutannya.
“Saya tidak datang membawa uang untuk dibagikan. Saya datang untuk membuka hati dan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kepulauan Yapen yang telah memberikan
dukungan luar biasa dalam Pilkada 2024 lalu kepada BTM-YB, meskipun sempat tertunda,” ujar BTM di hadapan warga yang menyambutnya dengan tepuk tangan meriah.
BTM mengisahkan bahwa pada Pilkada 2024 lalu, dirinya berpasangan dengan Yermias Bisai, putra asli Ansus, Kepulauan Yapen. Ia menegaskan bahwa kemenangan mereka adalah kemenangan masyarakat Saireri.
Namun, karena permasalahan administratif terkait KTP, Yermias didiskualifikasi. Bahkan, lanjutnya, Yermias sempat dilaporkan ke Polda Papua atas tuduhan lain yang dianggap sarat kepentingan politik.
“Saya tegaskan, beliau orang Papua, putra terbaik daerah ini. Tapi upaya menjegal kami terlalu nyata. Bahkan Bupati Biak Numfor ditangkap hanya demi menjegal kami. Inilah yang saya sebut pelecehan terhadap harga diri orang Saireri,” tegas BTM lantang.
Ia pun mengajak masyarakat Saireri untuk tetap menjaga harga diri dan bersatu hati. “Sebagai orang beriman, kita bisa mengampuni. Tapi sebagai anak negeri, kita harus pertahankan harga diri kita,” ucapnya.
BTM kemudian menegaskan bahwa tanggal 6 Agustus 2025 harus menjadi momentum kemenangan masyarakat Saireri dan seluruh Papua. Ia menyerukan agar warga memilih dengan
hati nurani dan tak mudah dipermainkan oleh kepentingan politik luar.
“Saya anak Tabi, dan saya berdiri di sini bukan sebagai politisi musiman, tapi sebagai pemilik negeri yang siap mengabdi,” ujarnya.
BTM juga menyinggung keberadaan baliho pasangan calon nomor urut 2 yang disebutnya memenuhi hampir seluruh sudut kota Jayapura, bahkan tak dapat dibedakan antara pohon
dan baliho. Sementara dirinya, katanya, cukup dengan sedikit atribut karena sudah dikenal luas oleh masyarakat.
“Papua sudah aman dan damai. Sekarang yang dibutuhkan adalah pemimpin yang ahli dalam pemerintahan, yang bisa mengatur Papua lebih baik,” ucapnya penuh keyakinan.
Dalam orasinya, BTM menyampaikan bahwa kemenangan dirinya akan membawa sukacita ke seluruh pelosok negeri. “Di kampung-kampung, tifa akan ditabuh, lagu rohani akan dinyanyikan karena anak negeri sendiri dipilih menjadi gubernur,” katanya.
Ia menegaskan bahwa komposisi kepemimpinan Papua kali ini akan merepresentasikan keseimbangan wilayah adat. “Gubernurnya anak Tabi, wakil gubernurnya anak Saireri, dan Sekda juga anak Saireri,” ujar BTM.
Sebagai penutup, BTM menyampaikan program 100 hari kerjanya, yakni mendorong pembentukan Provinsi Papua Utara, dengan alasan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan.
“Ini bukan janji politik, ini komitmen saya untuk mengangkat martabat masyarakat di wilayah Saireri. Kita bangun Papua dari pinggiran menuju masa depan yang adil dan sejahtera,” pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan yel-yel kemenangan dari relawan yang meneriakkan, “BTM–CK Menang!”
(har/rck)














