Jayapura, Teraspapua.com – Tokoh Muslim Papua, Amir Madubun, menyampaikan apresiasi atas penampilan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK, dalam debat publik yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua pada Rabu malam, 30 Juli 2025. Debat ini merupakan bagian dari tahapan Pemilihan Gubernur Papua pasca putusan Mahkamah Konstitusi.
Amir menilai pasangan BTM–CK tampil meyakinkan dengan penyampaian visi, misi, serta program dan kegiatan yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Papua saat ini.
“Saya sangat mengapresiasi penyampaian visi, misi, dan program kerja dari Benhur Tomi Mano dan Constant Karma. Penguasaan materi mereka di depan panelis luar biasa. Ini membuktikan bahwa pasangan ini sangat berpengalaman dan memahami persoalan yang dihadapi Papua,” ujar Amir kepada Teraspapua.com.
Amir menggarisbawahi bahwa latar belakang birokrasi dan pengalaman panjang kedua tokoh tersebut menjadi modal penting dalam memimpin Papua ke depan.
Benhur Tomi Mano, katanya, merupakan mantan Wali Kota Jayapura selama dua periode dan pernah menjabat sebagai tenaga ahli Menteri Sosial RI di bidang rehabilitasi sosial. Sementara Constant Karma tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua, Sekretaris Daerah Provinsi Papua, dan Penjabat Gubernur Papua.
“Dari sisi pengalaman, BTM–CK sangat layak. Mereka tahu bagaimana menangani berbagai isu mendasar di Papua seperti stunting, disabilitas, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga penataan keuangan yang bersih dan berwibawa,” jelas Amir.
Madubun juga mengapresiasi keselarasan visi dan misi BTM–CK dengan kebijakan nasional, termasuk program makanan bergizi gratis bagi siswa, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia optimistis BTM–CK mampu menjabarkan dan melaksanakan program-program tersebut secara efektif di Papua, sekaligus melahirkan terobosan baru yang berpihak kepada rakyat.
“Saya percaya BTM–CK bukan hanya bisa melaksanakan visi-misi lima tahun ke depan, tetapi juga mampu menerjemahkan kebijakan nasional menjadi langkah konkret di daerah,” katanya.
“Mereka juga bisa mengangkat potensi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).”imbuhnya.
Madubun menyinggung tiga kabupaten yang saat ini masih masuk zona merah kemiskinan ekstrem, yaitu Mamberamo Raya, Supiori, dan Waropen. Menurutnya, BTM–CK memahami
kondisi tersebut secara menyeluruh dan memiliki strategi yang tepat untuk menanganinya.
Dia juga mengemukakan bahwa Papua memiliki kekayaan alam, terutama di sektor perikanan, yang belum dikelola secara optimal. Ia yakin BTM–CK akan mendorong pembentukan pasar dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyerap hasil laut dan danau dari masyarakat lokal, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara langsung.
“Potensi ikan di 3 Kabupaten sangat besar, tapi belum ada sistem pemasaran yang memadai. Saya yakin BTM–CK bisa menciptakan pasar yang mendukung ekonomi lokal dan membentuk BUMDes untuk menampung hasil tangkapan rakyat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pasangan ini memiliki kapasitas untuk mengatasi persoalan di sektor pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah-wilayah tertinggal.
“Saya yakin, jika diberi kepercayaan rakyat, mereka bisa mengubah kondisi tiga kabupaten tertinggal tadi. Dalam satu atau dua tahun, ekonomi bisa tumbuh dan kemiskinan bisa ditekan. Mereka akan mampu membawa daerah-daerah itu sejajar dengan kabupaten lain di Papua maupun di Indonesia,” tegas Amir.
Madubun juga menyoroti komitmen BTM–CK terhadap pembangunan digital, terutama dalam hal pelayanan terintegrasi dan akses internet di wilayah-wilayah terluar dan terpencil.
“BTM sangat jelas menyampaikan pentingnya digitalisasi, termasuk penyediaan WiFi gratis hingga ke pedalaman dan pembangunan Base Transceiver Station (BTS). Ini akan membuka akses informasi bagi masyarakat, mendukung pendidikan, dan memperkuat konektivitas sosial,” ujarnya.
Amir Madubun dengan menyatakan keyakinannya bahwa seluruh visi dan misi serta program kerja yang disampaikan oleh pasangan BTM–CK dalam lima segmen debat dapat diterjemahkan secara konkret jika keduanya terpilih.
“Saya sungguh yakin bahwa dengan pengalaman dan kemampuan mereka, BTM–CK akan mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan masyarakat Papua secara menyeluruh,” pungkasnya.
(har/nov)














