Nimbokrang, Teraspapua.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constan Karma (CK), terus menggencarkan kampanye menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025.
Salah satu titik yang menjadi sasaran safari politik mereka adalah Lembah Grime Nawa, khususnya Kampung Benyom 1 dan Benyom 2 di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura
Dalam kampanye yang digelar di Lapangan Benyom 1 pada Jumat (1/8/2025), Kristhina Lulopora Mano, istri dari Benhur Tomi Mano sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Papua menyampaikan orasi politik mewakili partai.
Kristhina menegaskan komitmen pasangan BTM-CK untuk membenahi layanan dasar di wilayah pedalaman Papua, dengan fokus pada sektor kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih.
“Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai istri calon gubernur, tetapi sebagai kader PDI Perjuangan yang mendapatkan mandat untuk menyampaikan visi-misi BTM-CK,” ujar Kristhina dalam orasinya di hadapan ratusan warga yang memadati lapangan.
Kristhina menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan di wilayah Grime Nawa, terutama menyangkut pelayanan kesehatan yang belum optimal.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan Puskesmas, khususnya dalam menangani kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, pemenuhan gizi serta pendidikan anak sejak usia dini merupakan kunci untuk mencetak generasi Papua yang sehat, cerdas, dan kompetitif.
Lebih lanjut, Kristhina juga mengangkat isu krusial terkait akses air bersih. Ia mengingatkan kembali bahwa saat Benhur Tomi Mano menjabat sebagai Camat Nimbokrang, dirinya pernah melakukan survei ke kawasan Kalibiru untuk merancang solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih adalah kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kristhina juga menjelaskan mengapa PDI Perjuangan terus memberikan dukungan kepada Benhur Tomi Mano.
Menurutnya, sosok BTM merupakan figur pemimpin yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil, selaras dengan nilai-nilai ideologis partai.
“BTM adalah pejuang wong cilik. Ia selalu memperjuangkan harkat dan martabat rakyat kecil, sebagaimana garis perjuangan PDI Perjuangan sebagai partai pro-rakyat,” ujarnya.
Program prioritas pasangan BTM-CK, lanjut Kristhina, mencakup lima bidang utama: pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Semua sektor tersebut dinilai saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam upaya membangun Papua secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Salah satu aspirasi strategis yang turut disuarakan dalam kampanye tersebut adalah pemekaran wilayah.
Kristhina menyatakan bahwa BTM-CK berkomitmen untuk memperjuangkan pembentukan Provinsi Papua Utara sebagai hasil pemekaran dari wilayah adat Tabi dan Saireri.
“Pemekaran bukan hanya soal administrasi, tapi menyangkut keadilan dalam pelayanan publik. Masyarakat tidak boleh terus-menerus dipaksa menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengakses layanan pemerintah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dengan adanya provinsi baru, pelayanan publik akan lebih dekat, pembangunan akan lebih merata, dan masyarakat akan merasakan kehadiran negara secara nyata di kehidupan sehari-hari.
Kampanye BTM-CK di Lembah Grime Nawa menjadi salah satu upaya untuk memperkuat konsolidasi dukungan masyarakat di wilayah strategis yang selama ini merindukan sentuhan pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Pasangan ini berharap dapat menjadi motor perubahan menuju Papua yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
(Nov/rck)













