Senggi, Teraspapua.com – Tim Pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), menyatakan
kesiapan penuh untuk mengawal Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025.
Sebagai bentuk kesiapan tersebut, lebih dari 7.000 saksi telah disiapkan untuk mengawasi jalannya proses pemungutan suara di 2.023 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 1 kota dan 8 kabupaten di Papua.
“Kami tempatkan dua sampai tiga saksi di setiap TPS, tergantung kondisi di lapangan. Para saksi ini telah kami latih secara intensif dan dibekali dengan pemahaman teknis serta militansi tinggi untuk mengawal suara rakyat,” ujar Mukri M. Hamadi, Manajer Kampanye BTM-CK, dalam pernyataannya usai kampanye terakhir di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Sabtu (2/8/2025).
Mukri menyampaikan harapan agar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dapat mengakomodasi keberadaan saksi-saksi BTM-CK di seluruh TPS. Ia juga meminta dukungan dari Bawaslu dan aparat keamanan untuk menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan adil selama proses pemungutan suara berlangsung.
“Kami berharap tidak ada lagi kecurangan seperti yang terjadi pada Pilkada 2024 lalu. PSU ini adalah kesempatan untuk memperbaiki dan memulihkan kepercayaan publik. Tidak boleh ada lagi pemungutan suara ulang setelah ini,” tegas Mukri.
Ia menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat, penyelenggara, hingga peserta pemilu harus bersatu demi menjaga integritas demokrasi di Papua.
Di sisi lain, Mukri mengungkapkan bahwa pihaknya semakin optimis melihat hasil survei dari tiga lembaga survei nasional yang bekerja di Papua, yang menunjukkan elektabilitas BTM-CK berada di kisaran 80–90 persen.
“Kami sangat percaya diri. Tapi survei bukan segalanya. Itu hanya acuan ilmiah untuk mengukur tren dukungan. Yang lebih penting adalah memastikan suara rakyat benar- benar tersalurkan di TPS nanti,” ujarnya.
Mukri juga menyoroti pentingnya pengawasan di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap rawan atau sulit dijangkau. Ia meminta agar KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan memberikan perhatian khusus agar proses demokrasi di daerah tersebut tetap berjalan lancar dan tanpa hambatan.
“Kami ingin Pilkada ini benar-benar mencerminkan kehendak rakyat. Jangan ada intervensi atau manipulasi. Kami ingin hasil akhir yang disahkan KPU benar-benar bersih dan mencerminkan suara rakyat Papua,” tuturnya.
Untuk itu Mukri mengajak seluruh rakyat Papua, khususnya para pendukung BTM-CK, untuk menggunakan hak pilih dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab pada 6 Agustus 2025 mendatang.
“Kami yakin rakyat akan memberikan suara maksimal. Kami percaya Tuhan memberkati perjuangan ini dan Pilkada Papua akan menghasilkan pemimpin yang benar-benar lahir dari kehendak rakyat,” pungkasnya.
(Rck/Nov)














