Jayapura, Teraspapua.com -Terminal Tipe A Entrop di Kota Jayapura kini berdiri megah sebagai salah satu infrastruktur transportasi paling representatif di tanah Papua.
Namun, di balik kemegahan terminal ini tersimpan kisah panjang perjuangan seorang tokoh Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), pemimpin visioner yang memperjuangkan mimpi besar demi menata sistem transportasi kota secara layak, modern, dan bermartabat.
Terminal ini tidak hadir begitu saja. Ia lahir dari kegelisahan, diperjuangkan lewat proposal, disuarakan langsung ke pusat kekuasaan, dan kini berdiri sebagai bukti nyata dari kerja keras dan tekad seorang pemimpin daerah.
Ide pembangunan terminal tipe “A” ini muncul dari keprihatinan BTM melihat kondisi terminal sementara di depan PTC Entrop, Jayapura.
Kala itu, kendaraan umum seperti taksi carry, starwagon, dan bus parkir sembarangan. Penumpang beraktivitas di tempat yang semrawut, tanpa fasilitas yang layak atau sistem yang tertata.
BTM sadar, sebuah kota tidak bisa dibiarkan berkembang tanpa infrastruktur transportasi yang baik. Ia pun mengambil langkah konkret.
Dengan dukungan tim teknisnya, BTM menyusun proposal pembangunan Terminal Tipe A yang dirancang modern, tertata, dan mampu melayani angkutan dalam kota, antar kota, kabupaten dan Lintas Batas.
Pada 1 Agustus 2017, BTM melakukan langkah yang menjadi titik balik pembangunan terminal tersebut. Ia menemui langsung Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, di kediaman resmi menteri di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan.
Dalam sebuah jamuan makan malam sederhana namun penuh makna, BTM didampingi oleh Elby Umneputty, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura saat itu. Hadir pula dalam pertemuan tersebut para pejabat tinggi Kementerian Perhubungan, Dirjen dan Sekjen.
Di meja makan menteri, BTM menyodorkan draf dan master plan pembangunan terminal secara langsung. Tak butuh waktu lama, hanya 15 menit, Menteri Budi Karya Sumadi menyatakan persetujuan dan dukungan penuh terhadap usulan BTM.
Salah satu saksi hidup dari pertemuan bersejarah ini adalah Pimpinan Redaksi Teraspapua.com, Harlet Seipattiratu, yang turut hadir dan menyaksikan langsung proses pengajuan, diskusi, hingga keputusan pengalokasian anggaran pembangunan terminal.
Ia bahkan langsung mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar dari APBN, yang disalurkan dalam dua tahap: Rp15 miliar pada tahun 2018, dan Rp15 miliar pada 2019.
Pembangunan terminal dimulai pada tahun 2018 dan rampung pada 2019. Terminal ini berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar, dilengkapi dengan fasilitas modern yang memenuhi standar nasional.
Di dalamnya terdapat ruang tunggu nyaman, area layanan tiket, jalur kendaraan yang tertata, fasilitas bagi penyandang disabilitas, serta sarana parkir dan pelayanan logistik.
Setelah melalui tahap evaluasi dan persiapan operasional, Terminal Tipe A Entrop mulai dioperasikan pada 9 November 2020, dan secara penuh diresmikan pada 20 April
2022.
Sejak saat itu, terminal ini menjadi pusat transportasi darat untuk rute dalam kota, antar kota antar Kabupaten, hingga mobilitas menuju perbatasan RI–PNG. Keberadaannya menggantikan fungsi terminal sementara di PTC yang sebelumnya disewa oleh Pemkot Jayapura.
Terminal Tipe “A” Entrop kini menjadi simbol kemajuan transportasi publik di Papua. Ia menjadi terminal tipe A pertama di wilayah timur Indonesia, dan menjadi contoh bahwa daerah juga bisa membangun infrastruktur bertaraf Nasioal, jika memiliki pemimpin yang berani dan berpihak pada rakyat.
Bagi BTM, terminal ini adalah warisan perjuangan. Ia telah membuktikan bahwa mimpi daerah tidak harus menunggu uluran dari pusat. Dengan keberanian, komitmen, dan diplomasi yang tepat, perubahan bisa dijemput dan diwujudkan.
Dari ruang makan seorang menteri, hingga menjadi terminal megah yang melayani ribuan warga Papua. Terminal Tipe A Entrop adalah jejak nyata pengabdian Benhur Tomi Mano untuk Jayapura dan tanah kelahirannya.
(Arc)














