Keerom, Teraspapua.com – Dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano – Constant Karma (BTM-CK), terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Kali ini, dukungan datang dari Relawan Sorban, sebuah kelompok diskusi independen yang lahir dari ruang-ruang nongkrong dan percakapan kritis sambil minum kopi.
Setelah melalui kajian panjang dan mendalam, Relawan Sorban secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan BTM-CK dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua 2025. Menariknya, keputusan tersebut tidak diambil secara emosional atau instan, tetapi berdasarkan pendekatan ilmiah dan landasan teologis yang kuat.
Ketua Relawan Sorban, Yusuf Golam, menegaskan bahwa dukungan kepada BTM-CK merupakan hasil dari serangkaian diskusi, refleksi strategis, serta pertimbangan nilai-nilai agama yang mereka yakini.
“Awalnya kami hanya kumpul sambil ngopi, berdiskusi tentang arah Papua pasca penetapan dua pasangan calon oleh KPU. Saat itu kami belum menentukan pilihan. Tapi setelah melalui kajian strategi dan diskusi yang terbuka, saya diberikan kesempatan untuk menyebutkan satu nama yang layak, dan saya menyebut Benhur Tomi Mano,” ujar Yusuf Golam dalam deklarasi dukungan yang digelar di Arso 3, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Minggu (27/7/ 2025).
Yusuf menekankan bahwa meskipun terdapat perbedaan agama, hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam memberikan dukungan politik. Justru, menurutnya, setiap pilihan harus didasarkan pada kejelasan argumen, baik secara ilmiah maupun teologis.
Ia merujuk pada Piagam Madinah sebagai salah satu bukti historis bahwa masyarakat plural dapat dibangun atas dasar keadilan dan kesetaraan.
“Piagam Madinah adalah bukti bahwa Nabi Muhammad SAW mampu membangun masyarakat yang damai, toleran, dan plural. Piagam itu menyatukan umat Islam dan non-Islam dalam satu komunitas yang hidup berdampingan secara harmonis. Nilai-nilai itu saya lihat ada dalam diri BTM,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yusuf juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW: ‘Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.
“BTM adalah figur pemerintahan. Ia bukan hanya punya pengalaman, tapi juga kapasitas dan akhlak dalam memimpin. Kami tidak asal memilih, kami punya alasan teologis dan etis untuk mendukung beliau,” tegasnya.
Menurut Yusuf, dukungan kepada BTM juga dilandasi oleh keyakinan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dihidupi dalam kepemimpinannya selama dua periode menjabat Wali Kota Jayapura.
Ia pun memaparkan satu per satu sila dalam Pancasila dan bagaimana kelimanya tercermin dalam figur BTM:
Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa): “Kami umat Islam bebas beribadah. Bahkan, beliau membangun mushalla di Kantor Wali Kota Jayapura.”
Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): “Walaupun beliau adalah tokoh besar, BTM tetap rendah hati dan melayani rakyat kecil dengan tulus.”
Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): “Saat gejolak sosial terjadi di Jayapura, beliau mampu menjaga stabilitas dan merawat persatuan masyarakat.”
Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan): “Pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Merah ke arah Keerom menjadi bukti kepedulian terhadap seluruh rakyat Papua.”
Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): “Beliau membuka akses ekonomi bagi masyarakat kecil. Para ibu bisa berjualan di malam hari dengan aman berkat pembangunan yang dilakukan BTM.”
Setelah memetakan dan membedah nilai-nilai tersebut, Yusuf Golam pun menyampaikan kesimpulan yang kuat di hadapan para relawan dan warga yang hadir.
“Setelah saya kaji satu per satu, saya yakin bahwa semua sila Pancasila hidup dalam diri Bapak Benhur Tomi Mano. Maka saya sampaikan kepada teman-teman: jangan ragu, jangan takut. Mari kita dukung Benhur Tomi Mano sebagai Gubernur Papua,” pungkasnya.
(nov/har)













