Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura melakukan kunjungan kerja ke Perum Bulog Kanwil Papua, Kamis (4/12/2025).
Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua I DPRK Jayapura, Max Karubaba, dan didampingi Wakil Ketua II, Imam Khoiri, ini dilakukan dalam rangka konsultasi dan konsolidasi terkait ketersediaan bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam pertemuan tersebut, Max Karubaba menegaskan bahwa kehadiran DPRK di Bulog merupakan bentuk komitmen dalam memastikan ketersediaan, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi sembako di Kota Jayapura.
Menurutnya, kebutuhan bahan pokok menjadi perhatian utama mengingat Natal dan Tahun Baru merupakan momentum besar yang sering kali diikuti dengan lonjakan harga, khususnya sejak minggu-minggu Adven.
“Dewan hadir untuk memastikan koordinasi berjalan baik. Kehadiran DPRK bersama pemerintah dan Bulog adalah bukti nyata upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan,” ujar Max.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog Provinsi Papua yang telah memaparkan kondisi stok beras, gula pasir, dan minyak goreng yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki tahun baru.
“Semoga stok yang tersedia dapat menjawab kebutuhan masyarakat selama masa Adven, Natal, dan Tahun Baru,” tambahnya.
Politisi Partai NasDem kota ini berharap sinergitas antara DPRK dan Bulog Kanwil Papua terus diperkuat dalam upaya menjaga stabilitas pangan serta meminimalisir potensi gejolak harga di pasaran.
“Kita semua ingin Natal dan Tahun Baru menjadi momen sukacita tanpa ada persoalan terkait kebutuhan pokok,” tegasnya.
Sementara Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Papua, Simon Melkisedek Lakapu, dalam pemaparannya menjelaskan kondisi terkini stok pangan di wilayah Papua per 3 Desember 2025.
Ia menyebutkan bahwa stok beras yang tersedia saat ini mencapai 6.765 ton, di luar stok cadangan pemerintah.
Selain itu, Bulog Kanwil Papua juga menguasai beras komersial sebanyak 378 ton, gula pasir 148 ton, serta minyak goreng sebanyak 64.691 liter. Dengan kekuatan stok tersebut, Simon memastikan kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi.
“Kekuatan stok yang tersedia mampu bertahan hingga dua bulan ke depan. Untuk menghadapi hari besar keagamaan, stok kami sangat cukup,” jelas Simon.
Bulog Papua juga terus menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan bersama pemerintah daerah. Salah satu langkah yang dilakukan ialah penyaluran beras 5 kg kepada masyarakat, yang telah mencapai 5.684 ton.
Untuk intervensi bagi masyarakat berpendapatan rendah, Bulog telah menyalurkan bantuan kepada 65 ribu KPM (Keluarga Penerima Manfaat) pada Juni dan Juli lalu. Sementara untuk alokasi Oktober dan November, jumlah penerima meningkat menjadi 67.103 KPM, masing-masing mendapatkan dua karung beras (20 kg) dan 4 liter minyak goreng.
Simon menegaskan bahwa Bulog Papua akan terus memastikan ketersediaan pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang perayaan keagamaan besar,” pungkasnya.
(Har/Veb)











