Jayapura, Teraspapua.com – Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua yang hari ini, Jumat (8/3/2024) genap berusia 62 tahun, semakin menegaskannya sebagai Yayasan tertua di atas tanah Papua.
Sejak berdiri 62 tahun yang lalu, berkipranya YPK, tidak terlepas dari peran para Zending seperti, Carl Wilhem Ottow dan Johann Gottlob Geisler yang menginjakan kakinya di pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat pada tanggal 5 Februari 1885.
Begitu juga Gereja-Gereja pendukung seperti Zending Nederlands de Kerk Herwom (ZNHK) adalah gereja Hervorm Belanda , Doops Zendding Vereeniging (DZV) adalah Gereja Baptis Belanda dan Gereja Protestan Maluku atau GPM).
Dalam kurun waktu 1855- 1956 ini pekabaran Injil dan pendidikan dilakukan sejalan dan ketika itu ditangani oleh Zending/missi pekabaran Injil yang dilakukan bersama-sama gereja-gereja pendukung.
Pada tanggal 8 Maret 1962 tanggung jawab pendidikan di tanah Papua dari Zending diserahkan penuh untuk dikelola oleh Gereja Kristen Injili (GKI) di tanah Papua, terjadilah perubahan nama Yayasan YPK yang nama aslinya Stchting Voor Christelyk Onderwys menjadi Yayasan Persekolahan Kristen.
Kemudian namanya berubah lagi dari Yayasan Persekolahan Kristen menjadi Yayasan Pendidikan Kristen, terakhir nama itu disesuaikan lagi dengan perubahan nama provinsi Papua sehingga menjadi Yayasan Pendidikan Kristen di tanah Papua yang dipakai sampai sekarang.
Dengan demikian hari jadi YPK di Tanah Papua tercatat sejak tanggal 8 Maret tahun 1962. Sehingga Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (BP YPK) di Tanah Papua menggelar ibadah syukur memperingati hari jadinya yang ke 62, yang dipusatkan di lapangan SMA YPK Diaspora Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/3/2024).
Momen ibadah syukur HUT YPK ke 62 tahun ini diterangi dengan tema “Kasih Kristus Menggerakan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian Dan Kesejahteraan”.
Dengan sub tema “Yayasan Pendidikan Kristen, Bangkit Dan Bergerak Dalam Pemberdayaan Menuju Masa Depan Bergereja, Berbangsa Dan Bernegara”
Seiring berjalanya waktu BP YPK terus berganti pemimpin mulai dari Pdt. Drs. Theopilus Bonay Periode (1993-1998), Ir. Y.P. Karafir, M. Ec (1998-2003), M. Ferry Kareth, SH., M.Hum (2003-2008), Dra. W.W. Kambuaya, MM (2008-2015), Prof. Dr. Nomensen ST Mambraku (2015-2022), Pdt. Hiskia Rollo, S.Th, (2022-2023)
Dan kini Sinode GKI di Tanah Papua mempercayakan Ketua BP YPK kepada Joni Y. Betaubun, SH, MH periode 2023-2028. Sejak dilantik pada tanggal 15 Juni 2023, Betaubun dan pengurus langsung bergerak maju dengan terobosan terobosan.
Ketua BP YPK di Tanah Papua, Joni Y. Betaubun, SH, MH dalam sambutanya mengatakan, 62 tahun yang lalu YPK di Tanah Papua hadir dengan mimpi dan tanggung jawab yang besar, penuh rasa peduli dan tanggung jawab untuk mencetak masa depan generasi bangsa yang unggul dan berkarakter.
Di umurnya yang ke-62 ini, YPK tidak lagi menjadi lembaga/organisasi yang masih mencari jati diri. Sebaliknya, YPK di tanah papua sudah menemukan jati diri dan tujuan kehadirannya, yakni mengabdi bagi bangsa dan gereja melalui bidang pendidikan.
Dikatakan, tujuan kehadiran ini tercermin dan terwujud melalui visi dan misi ypk. sebuah perjalanan panjang telah dilewati ypk di tanah papua dalam suka dan duka. “sebab segala sesuatu adalah dari dia, dan oleh dia, dan kepada dia: bagi dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (roma 11:36.)
“Kita semua mengakui YPK sebagai anak kandung GKI, lahir dari rahim gereja GKI, Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua sebagai salah satu yayasan yang menyelenggarakan pendidikan di tanah papua sejak misi pekabaran injil dimulai,”
Tentu kata Betaubun, YPK mempunyai kontribusi yang besar bagi pembangunan peradaban dan ilmu pengetahuan di tanah papua, juga sebagai peletak awal bagi landasan pembangunan manusia papua serta menjadi transmisi bagi perubahan dan kemajuan dalam segala bidang di tanah papua, terus aktif dan berkomitmen dalam memajukan pendidikan
Karena itulah pendidikan bagi gereja GKI dinilai sangat penting, sinode GKI di Tanah Papua memberi perhatian serius bagi perkembangan dan kemajuan YPK di Tanah Papua.
“Kehadiran 62 tahun pengabdian Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua telah berkontribusi nyata mencetak sumber daya manusia anak Orang Asli Papua (OAP) melalui pelayanan pendidikan dasar dan menengah hingga ke pelosok kampung,”ujarnya.
Lanjut dikatakan Betaubun, YPK sudah memberi persembahan yang terbaik yaitu pribadi-pribadi terbaik dan para pemimpin bangsa, di tanah dan gereja ini.
Dikatakan, dalam sejarah yang panjang YPK di Tanah Papua sudah memberi kontribusi terbaik bagi kemajuan dan perkembangan peradaban di Tanah Papua secara khusus bagi gereja.
“Keberadaan YPK yang mengelola 784 satuan pendidikan dari TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA dan SMK dengan jumlah siswa sebanyak 88.373 siswa dan jumlah guru sebanyak 5.948 bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat uud 1945 dan menata budaya orang asli papua.,” paparnya.
BP YPK di tanah papua periode 2023 – 2028 menjalankan tanggung jawab dan kepemimpinan sejak serah terima jabatan tanggal 15 juni 2023 hingga hari ini.
Sosok yang juga Wakil ketua DPRD Kota Jayapura ini mengakui, berjalan 10 bulan kurang 7 hari. dengan menyelesaikan 53 program kegiatan, baik menyangkut mengenal dan memahami masalah YPK, melalui kegiatan Fokus Grup Diskusi (FGD), penguatan kapasitas para guru, maupun tugas dan tanggungnya berupa implementasi kurikulum merdeka serta anjangsana ke sekolah-sekolah YPK melalui apel pagi bersama maupun pemberian bantuan serta pembangunan sarana dan prasarana kantor YPK dan sekolah-sekolah YPK.
Disamping itu pula ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh para ketua psw di masing-masing daerah, yang menunjukkan tingkat kreatifitas dalam kepemimpinan, manajemen maupun pekerjaan di lapangan ke sekolah-sekolah, imbuhnya.
Ditambahkan, hasil dari semua tugas dan tanggung hawab yang dikerjakan kita dapat mengetahui dengan tepat berapa banyak indikasi permasalahan yang terjadi di YPK selama ini maupun keberadaan sekolah YPK pada berbagai tingkatan yang dilayani selama ini, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Pria yang akrab disapah JB ini juga merincikan, jumlah sekolah YPK yang ada di 6 Provinsi di tanah Papua 784 sekolah, 5.948 tenaga pendidik dan 88.373 peserta didik, yang terbagi; Untuk jenjang PAUD 36 sekolah, 193 tenaga pendidik dan 214 peserta didik.
Untuk TK, 90 sekolah, 407 tenaga pendidik dan 4.203 peserta didik. Sekolah Dasar (SD) 556 sekolah, 3.793 tenaga pendidik dan 65.667 peserta didik.
Jenjang SMP 65 sekolah, 970 tenaga pendidik, 10.890 peserta didik. Jenjang SMA ada 24 sekolah, 459 tenaga pendidik dan 4.927 peserta didik. Sedangkan jenjang SMK, 13 sekolah, 319 tenaga pendidik, 2.686 peserta didik
“Dengan memperhatikan jumlah tenaga pendidik dan peserta didik, menunjukkan besarnya tugas dan tanggung jawab kita bersama dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dan warga gereja, sebagian besar yang diharapkan juga dapat ditunjang dengan nilai spiritualitas, iman yang menjadi bekal bagi mereka di kemudian hari,” ujar Betaubun.
(har)














