BTM Janji Bangun Jembatan Kasonaweja–Burmeso: Akses untuk Masa Depan Mamberamo Raya

Kasonaweja, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menyampaikan komitmen seriusnya untuk membangun infrastruktur dasar di wilayah pedalaman Papua, khususnya di Kabupaten Mamberamo Raya.

Dalam kampanye terbuka yang digelar di hadapan ribuan warga Kasonaweja, Jumat (20/6/2025), BTM berjanji akan menjadikan pembangunan jembatan penghubung Kasonaweja–Burmeso sebagai salah satu prioritas utamanya jika terpilih memimpin Papua.

“Kalau Tuhan berkenan dan rakyat Papua memilih saya, maka pembangunan Jembatan Kaso–Burmeso ini akan menjadi salah satu prioritas utama dalam lima tahun ke depan,” tegas BTM yang disambut riuh tepuk tangan dan sorakan warga.

BTM menjelaskan bahwa jembatan tersebut akan menjadi akses vital yang menghubungkan dua wilayah penting di jantung Mamberamo Raya. Selama ini, masyarakat Kasonaweja dan Burmeso harus mengandalkan transportasi air untuk mobilitas dan distribusi barang, yang sangat bergantung pada cuaca dan kondisi sungai.

“Jembatan ini tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga membuka peluang besar di sektor pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Ini adalah pintu menuju kemajuan,” ujarnya.

Pria yang dikenal karena keberhasilannya membangun Kota Jayapura selama dua periode masa jabatannya sebagai Wali Kota ini, menyatakan bahwa dirinya telah meninjau langsung kondisi masyarakat Mamberamo Raya dan menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat setempat.

“Saya ini majelis. Saya tidak berdiri di panggung hanya untuk berjanji. Kalau saya terpilih, janji ini akan saya tepati. Kalau saya tidak bangun jembatan itu, silakan datang dan demo saya di Kantor Gubernur,” kata BTM dengan nada tegas.

Tidak hanya jembatan Kasonaweja–Burmeso, BTM juga berjanji akan melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan penting, antara lain:
Jalan Anggreso – Sarmi. Jalan Burmeso – Sikari dan Jalan Burmeso – Gesha.

Selain itu, ia menyoroti potensi strategis Sungai Mamberamo sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Dalam visinya, PLTA Mamberamo akan menjadi tulang punggung energi bersih untuk Papua dan membuka peluang industri baru di wilayah pedalaman.

Fasilitas lain yang masuk dalam program BTM–CK (Constant Karma sebagai calon Wakil Gubernur) termasuk: Pembangunan rumah layak huni, bandar udara, stadion sepak bola dan pembangunan dermaga dan pelabuhan rakyat

Komitmen BTM membangun jembatan Kasonaweja–Burmeso mendapat apresiasi dari tokoh adat dan masyarakat Mamberamo Raya. Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Mamberamo Raya, Teriyanus Bisarasisi, menyebut janji BTM sebagai langkah bersejarah.

“Kami sudah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses. Kalau jembatan ini benar-benar dibangun, itu akan menjadi sejarah besar bagi masyarakat Kaso dan Burmeso. Hanya Bapak Tomi Mano yang benar-benar punya hati membangun negeri kami,” ujarnya.

Teriyanus juga menegaskan bahwa masyarakat adat siap mendukung penuh pasangan BTM–CK dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025.

“Kami dari LMA Mamberamo Raya sangat mendukung niat baik Bapak BTM. Komitmen ini sejalan dengan perjuangan panjang kami. Kami ingin janji ini terwujud,” tandasnya.
.
BTM menutup orasinya dengan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pedalaman adalah bagian dari visi besarnya untuk menciptakan Papua yang terhubung, adil, dan sejahtera. Ia juga memastikan bahwa proses pembangunan akan melibatkan tenaga kerja lokal, agar manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Kami akan melibatkan masyarakat lokal dalam pembangunan. Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi proses pemberdayaan dan kedaulatan rakyat Papua atas tanah dan masa depannya,” ujarnya penuh keyakinan.

Sebagai informasi, Benhur Tomi Mano dikenal luas karena keberhasilannya membangun sejumlah ikon Kota Jayapura, termasuk Jembatan Merah Youtefa, serta perbaikan layanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan selama menjabat dua periode sebagai Wali Kota.

Kini, ia maju sebagai Calon Gubernur Papua dengan membawa semangat yang sama untuk mengangkat derajat masyarakat pedalaman.

Pemilihan Gubernur Papua akan digelar ulang dalam PSU pada 6 Agustus 2025, dan masyarakat diharapkan menggunakan hak suaranya dengan bijak demi masa depan Papua yang lebih baik.

(Nv/Rck)