Sentani, Teraspapua.com – Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kawai, dengan lantang menyatakan dukungan penuh terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK).
Dukungan ini dinyatakan dalam sebuah forum adat yang berlangsung di Kampung Ifale, yang dihadiri oleh mantan gubernur provinsi Papua Barnabas Suebu tokoh adat, Ondofolo, dan ratusan masyarakat adat dari kampung-kampung sekitar Danau Sentani.
Dalam pernyataannya, Orgenes menekankan bahwa dukungan kepada pasangan BTM-CK merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kehormatan dan kedaulatan wilayah adat di Tanah Papua.
“Kami menjatuhkan pilihan kepada Benhur Tomi Mano dan Constant Karma karena mereka adalah anak adat. Yang mewakili Saireri adalah Constant Karma, dan yang mewakili Tabi adalah Benhur Tomi Mano. Keduanya mencerminkan wajah dan kehendak masyarakat adat,” ujar Orgenes.
Orgenes, yang juga dikenal sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menjelaskan bahwa secara struktural Papua telah terbagi ke dalam enam wilayah adat, yang masing-masing kini memiliki provinsinya sendiri.
Hanya wilayah adat Tabi dan Saireri yang belum memiliki provinsi, namun kini tengah didorong untuk dimekarkan menjadi Provinsi Papua Utara.
“Inisiatif pembentukan Provinsi Papua Utara adalah bagian dari visi besar pasangan BTM-CK. Jika ini terwujud, Papua akan lengkap dengan tujuh wilayah adat yang punya representasi di tingkat provinsi,” katanya.
Ia menekankan bahwa semua anak Papua memang memiliki hak untuk memimpin, tetapi semangat itu harus dibarengi dengan ketaatan pada pembagian wilayah adat.
“Ini tanah Tabi dan Saireri. Yang berhak memimpin di sini adalah putra-putra terbaik dari Tabi dan Saireri. Ini soal harga diri, soal warisan leluhur, soal masa depan anak cucu kita,” seru Orgenes.
Dalam kesempatan itu, ia menyerukan agar seluruh masyarakat adat di Sentani Timur, Sentani Tengah, dan Sentani Barat bersatu barisan memenangkan pasangan BTM-CK. Ia percaya bahwa waktu kemenangan sudah dekat.
“Tinggal 27 hari lagi. Saya yakin, Tuhan akan mengangkat BTM dan CK sebagai pemimpin Papua. Ini panggilan sejarah. Ini adalah takdir untuk anak adat,” tegasnya.
Orgenes juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat pada hari pemilihan, tanggal 6 Agustus 2025. Ia mengajak seluruh warga, terutama di wilayah Danau Sentani, untuk tidak tinggal di rumah, tetapi berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kampung masing-masing.
“Kita sudah berjanji di hadapan Tuhan. Kita memulai segala sesuatu bersama Tuhan, maka kita juga harus menuntaskannya bersama Tuhan dengan memberikan suara bagi pasangan nomor urut 1, BTM-CK,” katanya dengan nada haru.
Berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT), Kabupaten Jayapura memiliki sekitar 149 ribu pemilih. Orgenes meyakini, jika Tuhan telah menetapkan pilihan pada tanggal 27 November 2024 lalu, maka pilihan itu tidak akan berubah.
“Tuhan tidak memilih dua atau tiga kali. Kalau Tuhan sudah menetapkan pada 27 November, maka itu adalah keputusan-Nya. Dan keputusan Tuhan tidak pernah meleset,” ujarnya penuh keyakinan.
Dalam momen sakral itu, Orgenes Kawai juga membacakan pernyataan sikap resmi masyarakat adat Sentani yang menyatakan dukungan total kepada pasangan BTM-CK. Deklarasi itu ia bacakan atas nama Ondofolo Ifale dan seluruh Ondofolo dari tujuh kampung di sekitar Danau Sentani.
“Dengan seizin Tuhan, leluhur, pemilik kampung, pemilik danau, pemilik ikan, burung-burung, air, dan seluruh alam, kami nyatakan dukungan 100 persen kepada BTM-CK. Kami siap menangkan mereka di seluruh pelosok Danau Sentani, dari Timur, Tengah, hingga Barat,” tegasnya di hadapan seluruh peserta.
Deklarasi ini memperkuat legitimasi moral dan adat pasangan BTM-CK dalam kontestasi politik 2025, serta menjadi simbol kebangkitan wilayah adat Tabi dan Saireri dalam menentukan masa depan Papua.
(Rck/Nov)














