Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Tim Penggerak (TP PKK) kota Jayapura, Kristhina L. Mano mengemukakan, pengukuhan Duta Cegah Stunting dan Bunda Genre, menindaklanjuti kegiatan di Provinsi Papua mengenai pengukuhan Ketua TP PKK sebagai Duta Cegah Stunting dan Bunda Genre.
Kristhina menegaskan, sebelum dirinya menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai ketua TP PKK kota Jayapura maka dengan berkoordinasi bersama pemerintah kota Jayapura melalui, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB), kita bersama-sama melaksanakan pengukuhan terhadap para Ketua TP-PKK Distrik dan Kelurahan.
“Saat ini Stunting merupakan hal yang lagi heboh di Indonesia, Papua bahkan di kota Jayapura. Berbagai langkah telah dilakukan oleh Pemkot Jayapura, terutama OPD yang bersangkutan, bahkan hampir di beberapa OPD menjadikan Stunting sebagai isu yang harus diselesaikan,” ujarnya kepada Teraspapua.com, usai pengukuhan Duta Cegah Stunting dan Bunda Genre tingkat Distrik dan Kelurahan oleh Wali Kota Benhur Tomi Mano, Selasa (26/4/2022) di Gedung Sian Soor setempat.
Di kota Jayapura menurut Kristhina, angka Stunting menurun sampai dengan 10, sekian persen. Ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat konsen dengan isu pencegahan dan penurunan angka Stunting,” imbuhya.
Sosok yang juga anggota Komisi III DPR Papua itu berharap, kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka, tapi benar-benar harus diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat.
“Pengukuhan Duta Cegah Stunting dan Bunda Genre harus dilanjutkan dengan melakukan pendampingan-pendampingan dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu hamil untuk mencegah Stunting sejak dini,” pesanya.
Bunda Genre lanjut Kristhina, juga mampu menjalankan amanah dengan sebaik – baiknya, program – program kerja yang akan dilaksanakan harus benar-benar memberikan manfaat dalam penanganan Stunting.
Menurut Kristhina, pengembangan program Genre yang merupakan pengembangan Karakter Bangga Kencana, dimana mengajarkan remaja untuk menjauh pernikahan dini. Seks pranikah dan nafza guna menjadi remaja tangguh, dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi Tuhan, Bangsa dan Negara.
Ditambahkannya, melalui program Generasi Berencana atau Genre, remaja diajak untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP).
“Sehingga mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi,” lugasnya.
Oleh sebab itu, pemahaman tentang Stunting juga harus dimulai sejak dini sejak usia remaja atau calon pengantin,” tambah Kristhina.
Pada kesempatan itu Kristhina berharap, TP PKK Distrik dan Kelurahan Sekota Jayapura dan semua pengurus sampai pada Dasa Wisma untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam memerangi Stunting, melalui kegiatan pola asuh anak dan remaja, penuh cinta dan kasih sayang.
“Penguatan ekonomi keluarga serta pemanfaatan pekarangan untuk bahan pangan yang aman, bebas pestisida sehingga bisa menghasilkan menu beragam, bergizi, seimbang dan aman untuk dikonsumsi oleh keluarga,” pungkas Kristhina optimis.
(tp-01)















