Jayapura, Teraspapua.com – Momentum perayaan Dies Natalis ke-15 Universitas Ottow Geissler Papua menjadi ajang refleksi penting bagi civitas akademika untuk memperkuat sinergi antara ilmu pengetahuan, iman, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam ibadah syukur yang digelar di gedung serbaguna kampus setempat, Wakil Ketua III BP Sinode GKI di Tanah Papua, Naomi Netty Sagrim, menegaskan pentingnya menumbuhkan kepedulian dalam kehidupan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
“Kita perlu menumbuhkan kepedulian dalam penguatan iman maupun dalam pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan peduli secara sosial,” ujarnya dalam perayaan yang berlangsung pada Jumat (27/3/2026).
Mengusung tema “Membangun Kepedulian dalam Ilmu, Iman, dan Pengabdian”, kegiatan ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan akademik dan nilai-nilai spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.
Naomi mengutip Firman Tuhan dalam Yakobus 2:17 yang menyatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Menurutnya, pesan tersebut menjadi landasan bagi setiap insan akademik untuk tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata.
“Ayat ini mengingatkan bahwa ilmu dan iman harus diwujudkan dalam kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat. Kita tidak hanya menjadi insan berilmu, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap sesama dan lingkungan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa perjalanan 15 tahun universitas bukanlah waktu yang singkat. Selama periode tersebut, kampus telah melewati berbagai tantangan dengan kerja keras dan dedikasi seluruh civitas akademika.
Menurutnya, Universitas Ottow Geissler Papua telah menjadi wadah lahirnya generasi muda Papua yang cerdas, berkarakter, serta memiliki semangat untuk membangun daerah dan bangsa.
Di usia yang ke-15 ini, ia berharap universitas terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang semakin maju dan berkualitas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua dan Indonesia.
“Marilah kita terus bersinergi, menjaga semangat kebersamaan, serta memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang unggul dan berintegritas,” tuturnya.
Perayaan Dies Natalis ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan berkompetensi tinggi, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kekuatan spiritual dalam menghadapi dinamika masa depan.
(Sand)















