DPRD Kota Jayapura Sosialisasikan Dua Perda di Kelurahan Waena

Wakil ketua I DPRD Jhony Betaubun,SH,MH, ketua komisi A.DPRD kota Jayapura.Mukri M.Hamadi,S.IP ,sekretaris dinas PUPR,Edo Gobay,ST,MT dan Kabid pembinaan dan penataan kampung DPMK, Nicolas Efradus Chaay

Jayapura,Teraspapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) di Kelurahan Waena ,berlangsung di aula setempat,Rabu (4/3/2020)

Kedua  perda itu masing-masing Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang pengelolaan pertamanan dan pemasangan dekorasi kota.Kemudian Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat adat.

Untuk  sosialisasi kedua Perda ini, Dewan menghadirkan 2 narasumber dari Pemerintah Kota Jayapura masing-masing sekretaris dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman,Edo Gobay,ST,MT dan Kepala Bidang pembinaan dan penataan kampung Dinas pemberdayaan masyarakat kampung Nicolas Efradus Chaay

Pantauan media ini sosialisasi yang di pimpin wakil ketua 1 DPRD kota Jayapura Jhony Betaubun,SH,MH itu dengan melibatkan  anggota DPRD itu mendapat respon positif dari warga.

Kepala Kelurahan Waena.Kundrath Tukayo,SP mengatakan, sosialisasi Perda dilakukan, agar masyarakat dapat mengetahui produk hukum dari Pemkot yang telah disahkan oleh Dewan.

“ Masyarakat dapat memberikan masukan kepada Dewan terkait Perda ini terutama bagi masyarakat adat “harapnya.

Wakil ketua I DPRD Jhony Betaubun,SH,MH ,mengatakan sosialisasi Perda ini merupakan hari kedua setelah sebelumnya dilakukan di kelurahan Gurabesi.

“ Dalam sosialisasi ini pimpinan dan seluruh anggota dewan berharap masyarakat dapat mengikuti secara seksama produk hukum yang mengatur tentang masyarakat adat tapi juga pengelolaan taman dan pemasangan dekorasi “ ujar Jhony.

Ditambahkan Perda ini kita sosialisasikan, sehingga pasti ada yang belum sempurna. Untuk itu, sangat dibutuhkan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi,” tukasnya

Sementara itu,ketua komisi A.DPRD kota Jayapura.Mukri  M.Hamadi,S.IP ,menjelaskan ketika Perda pengakuan dan perlindungan masyarakat adat hadir, maka ditetapkan kampung-kampung yang asli dari Port Numbay.

“ lewat Perda ini kita melindungi kearifan yang ada pada kampung adat,terutama populasi orang asli Port umbay,adat dan bahasa “urai Mukri.

Pada kesempatan itu juga sekretaris dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman,Edo Gobay,ST,MT pada kesempatan tersebut memaparkan terkait Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang pengelolaan pertamanan dan pemasangan dekorasi kota.

“ Untuk dekorasi kota adalah sarana keindahan kota yang berupa lampu penerangan jalan dan lampu dekorasi ornamen bangunan interior dan eksterior reklame dan  videotron “ujarnya.

Tujuan pertemanan kota lanjut Edo adalah pemanfaatan pengelolaan ruang terbuka hijau untuk menjaga keasrian dan kelestarian lingkungan,kemudian berfungsi untuk memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika.

Selain itu menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota, meningkatkan kualitas udara perkotaan mendukung kelestarian keragaman hayati “ pungkasnya.

Sementara dekorasi kota lanjut Edo,berfungsi untuk memperindah tata ruang dan taman kota, menjaga keseimbangan dan keserasian lingkungan ,menjaga nilai budaya estetika dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat kota.

Ditempat yang sama Kepala Bidang pembinaan dan penataan kampung Dinas pemberdayaan masyarakat kampung Nicolas Efradus Chaay juga menjelaskan Perda nomor 12 tahun 2016 tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat adat

“ Pemerintah kota berkewajiban melindungi seluruh warga negara termasuk masyarakat adat “cetusnya.

Terkait visi Wali kota yaitu terwujudnya kota Jayapura yang beriman ,bersatu,mandiri, sejahtera, modern berbasis kearifan lokal.Salah satu visi yaitu kearifan lokal ,sehingga dituangkan dalam satu produk hokum.

“ Salah satu misi juga yaitu memperkuat hak adat masyarakat kampung, yang merupakan implementasi dan kewajiban pemerintah untuk melindungi warga masyarakat “jelasnya.

 (ricko).