Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan setempat, terus menggenjot program vaksinasi Covid – 19. Setelah menggebut untuk masyarakat umum dan anak usia 12 – 17 tahun. Kemudian lewat program ini juga, Pemkot memulai untuk para ibu hamil yang ada di ibu kota provinsi Papua ini.
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano secara resmi mencanangkan vaksinasi Covid – 19 bagi ibu hamil, di parkiran utama, Senin (23/8).
Benhur Tomi Mano menyampaikan terima kasih, karena hari ini pemerintah kota memulai vaksinasi kepada Ibu hamil.
“Ibu hamil juga rentan dengan Covid-19 di masa kehamilannya. Jadi fungsi tentu untuk menambah daya tahan tubuh,” kata Wali Kota.
Sebelum disuntuk vaksin tutur Wali Kota, ada syarat-syarat yang harus dilalui. Dan juga melalui skrining. Kalau bayi dalam kandungan dan ibunya sehat maka diperbolehkan.
“Jenis vaksinasi yang digunakan untuk ibu hamil ini sama dengan masyarakat umum yaitu sinovac,” terangnya.
Luar biasa antusias dari ibu hamil yang ada di kota Jayapura untuk mengikuti vaksinasi. Menurutnya, rencana ibu hamil yang akan di vaksin sebanyak 700 orang.
“Untuk melakukan vaksinasi terhadap ibu hamil di kota Jayapura, pemerintah kota berkolaborasi dengan stakeholder dari pemerintah provinsi Papua dan rumah-rumah sakit,” ujarnya.
Sehingga, kita bisa melakukan vaksin ibu hamil yang pertama di kota Jayapura pada hari ini.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK kota Jayapura, Ny. Kristhina L. Mano, S. IP. M. AP menambahkan, dengan pencanangan vaksinasi khusus untuk ibu hamil ini, saya menyambut dengan baik.
“Saya juga berharap bahwa kegiatan yang merupakan kerjasama ataupun program kerja dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura ini, tentu kita berterima kasih karen boleh berjalan di kota. Sebagai contoh hari ini beberapa ibu hamil yang hadir untuk divaksinasi,” ujar Ny. Kristhina.
Legislator Papua ini juga berharap, ibu-ibu hamil yang ada di kota Jayapura dapat mengikuti vaksinasi, sembari berharap kedepan bukan saja ibu yang selamat tapi anak juga ketika lahir keduanya memiliki antibodi Covid-19.
“Untuk itu, ibu-ibu tim penggerak PKK yang ada di tingkat Distrik, Kelurahan dan Kampung mau mengajak ibu-ibu hamil untuk divaksin,”harapnya.
Tentu ujar Ny. Kristhina, dengan memberikan sosialisasi pemahaman yang baik sehingga mereka bisa memberikan diri untuk divaksin.
Namun lanjut Ny. Kristhina, yang terpenting adalah kejujuran dari ibu-ibu hamil ataupun siapa saja yang mau di vaksin.
Ketika pertama dilakukan skrining haru jujur jika ada penyakit bawaan sehingga petugas medis atau tim vaksinator yang melakukan skrining bisa mengetahui apakah kita layak atau tidak untuk di vaksin.
“Jadi ini hal-hal yang perlu kita perhatikan, Seraya berharap Ke depan tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan akan akan terjadi,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Ni Nyoman Sri Antari juga menjelaskan, dosis vaksin yang diberikan kepada ibu hamil sama dengan masyarakat umum.
“Jadi hari ini kita pencanangan vaksinasi, sembari berharap semua ibu hamil bisa divaksin yang usia kehamilan 13 minggu keatas. Kalau belum mencapai 13 Minggu kita tunda dulu tapi tetap dijaga protokol kesehatan jangan sampai tepapar Covid,” ujarnya.
Sri Antari juga mengungkapkan, sebelum pencanangan ini sudah ada beberapa ibu hamil yang melakukan vaksinasi tapi secara masal ini untuk kita sosialisasi,” tukasnya.
(Let)















