Komisi IV DPR Papua Apresiasi Kinerja Diskominfo dalam Pembahasan LKPJ 2025, Dorong Keberlanjutan Internet Gratis

Foto Bersama Komisi IV DPR Papua bersama Diskominfo usai rapat kerja (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) melalui Komisi IV menggelar rapat kerja  bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Papua Tahun 2025. Rapat tersebut berlangsung di ruang Komisi IV DPR Papua, Kamis (9/4/2026).

Dalam forum yang turut dihadiri Wakil Ketua II DPR Papua, Mukri M. Hamadi itu, Komisi IV DPR Papua menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Diskominfo Papua, khususnya dalam pelaksanaan program dan realisasi anggaran sepanjang tahun 2025.

Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, mengatakan, berdasarkan hasil pemaparan dan evaluasi, terdapat kesesuaian antara realisasi fisik dan realisasi keuangan program yang dijalankan.

“Dari presentasi yang disampaikan, kami melihat bahwa realisasi fisik mencapai 100 persen dan realisasi keuangan juga seimbang dengan capaian tersebut. Ini menunjukkan kinerja yang baik dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pembahasan dalam rapat kerja ini akan dirumuskan menjadi sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Gubernur Papua untuk ditindaklanjuti dalam waktu mendatang.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian Komisi IV adalah keberlanjutan program internet gratis yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, terutama di wilayah yang masih terbatas akses telekomunikasinya.

“Program internet gratis menjadi salah satu program prioritas yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap program ini terus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan,” kata Joni.

Menurutnya, Komisi IV juga telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan menemukan bahwa layanan internet gratis mendapat respons positif dari masyarakat.

“Kami turun langsung dan melihat masyarakat sangat mengapresiasi program ini. Karena itu, kami meminta pemerintah provinsi melalui gubernur, wakil gubernur, dan tim anggaran untuk tetap mengalokasikan anggaran agar layanan ini bisa menjangkau hingga ke kampung-kampung,” ujarnya.

Secara umum, Komisi IV menilai seluruh program yang dijalankan Diskominfo Papua pada tahun 2025 telah terealisasi 100 persen. Atas capaian tersebut, DPR Papua menyampaikan penghargaan kepada jajaran Diskominfo atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Papua, Jeri Agus Yudianto, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan DPR Papua. Ia menegaskan bahwa seluruh data yang disampaikan dalam LKPJ merupakan kondisi riil di lapangan dan menjadi bagian dari pertanggungjawaban pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan data sesuai kondisi nyata yang ada. Ke depan, keberlanjutan program-program yang menyentuh masyarakat tetap menjadi perhatian utama, sesuai arahan gubernur,” ujarnya.

Jeri juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan DPR Papua dalam memastikan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat dapat berjalan optimal.

Dalam pelaksanaannya, pada tahun 2025 Diskominfo Papua telah menyediakan layanan internet gratis di sekitar 350 lokasi, terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan operator secara maksimal. Layanan tersebut didukung melalui teknologi satelit VSAT yang memungkinkan akses internet tersedia secara gratis bagi masyarakat selama satu tahun.

Selain itu, Diskominfo juga menyediakan layanan internet di sekitar 250 lokasi lainnya, termasuk rumah ibadah dan asrama mahasiswa, melalui jaringan milik PT Telkom Indonesia seperti IndiHome dan IndiBiz.

Di samping pengembangan layanan internet, Diskominfo Papua juga terus mengawal implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (e-government) guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

Dengan sinergi antara legislatif dan eksekutif, diharapkan berbagai program digital yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terpencil di Papua.

(har)